Ribuan jamaah haji Kabupaten Mojokerto sedang melakukan prosesi manasik haji. (Karin/jurnalmojo)

1.009 CJH Kab. Mojokerto Masuk Kategori Jamaah Resiko Tinggi

Mukti Ali Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh saat diwawancarai awak media terkait jumlah jamaah haji. (Karin/jurnalmojo)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Ribuan jamaah haji Indonesia dari 6 kloter yang berangkat dari Kabupaten Mojokerto lakukan manasik haji di Gedung IPHI (Ikatan persaudara haji indonesia) Jabon, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Selasa (18/06/2019).

Tampak ribuan jamaah haji sudah mengenakan pakaian Ihrom guna mengikuti proses manasik haji yang sudah diagendakan kementrian agama pagi tadi.

Adapun jamaah yang diberangkatkan dari Kabupaten Mojokerto mencapai 1.808 orang, yang berasal dari pengurangan jamaah mutasi masuk dengan jamaah mutasi keluar yang ada di Mojokerto.

Mukti Ali Kasi Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh menjelaskan, bahwasanya Kabupaten Mojokerto termasuk kabupaten penyangga kloter, yang terdiri 4 kloter dimana 3 kloter sudah terisi penuh sedangkan 1 kloter dipecah menjadi penyangga kloter lain.

“Kloter di Mojokerto terdiri dari kloter 61, 62, 63, 64, 76, dan 84. Dimana pemberangkatan dibagi menjadi 4 tahapan,” tuturnya.

Tiga kloter pertama 61, 62, 63 akan diberangkatkan Sabtu (27/07/2019), menyusul kloter 64 yang diberangkatkan Minggu (28/07/2019), dilanjutkan kloter 67 Senin (29/07/2019), pemberangkatan terakhir kloter 84 Senin (05/08/2019).

“Pemberangkatan tahun ini rata-rata jamaah berusia diatas usia 50 tahun dan yang tertua berusia 93 tahun,” ungkapnya.

Sehingga teridentifikasi 63% jamaah haji atau 1.009 orang tergolong resiko tinggi (Risti) berdasarkan data pengecekkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

“Risti lebih berdasarkan kategori usia, dimana jamaah yang berusia diatas 60 tahun sudah termasuk kategori risti walaupun kondisinya sehat. Karena rata-rata usia 60 tahun pasti sudah memiliki keluhan penyakit terutama diabetes dan hipertensi,” ucap Mukti.

Dipastikan tahun ini, jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Kabupaten Mojokerto meningkat dibandingkan tahun lalu hanya 1.200 jamaah, sedang tahun ini mencapai 1.800 jamaah. (rin/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar