Kondisi jembatan Karobelah yang putus akibat arus air dan peningkatan debit akibat hujan deras. (Elok Aprianto/jirnalMojo)

Jembatan Karobelah Putus, Ini Penyebabnya

JOMBANG (jurnalmojo.com) – Jembatan Karobelah yang melintas diatas Kali Gunting, tepatnya di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur terputus.

Jembatan yang dibangun tahun 1971 ini, terputus di sisi sebelah barat lantaran pondasi yang ambles, karena arus air yang ada didalam sungai mengalami peningkatan akibat hujan yang terjadi sejak kemarin sore.

Nursalim (57), warga setempat membenarkan, bahwa jembatan tersebut putus pada Rabu, (20/3/2019) dini hari. Pasalnya, sejak Selasa, (19/3) sore kemarin hingga malam, intensitas hujan cukup tinggi hingga membuat debit air sungai meningkat. “Pondasinya hancur karena gerusan air itu,” ujarnya pada sejumlah jurnalis, Rabu (20/3/2019).

Tak hanya itu, lanjut Nursalim, adanya sampah yang menumpuk di pondasi tengah jembatan turut mempengaruhi putusnya jembatan. “Banyaknya sampah yang menyangkut itu membuat air mengalir ke sebalah kanan dan kiri jembatan hingga menggerus pondasi,” terangnya.

Akibat putusnya jembatan yang menghubungkan antar Desa Karobelah di Kecamatan Mojoagung dan Desa Pulo di Kecamatan Sumobito ini, aktifitas warga pun terganggu.

Warga terpaksa berputar sejauh satu kilometer ke lokasi tujuan. Namun dengan adanya jembatan yang baru dibangun, warga juga merasa terbantu. “Sekarang ada jembatan baru, jaraknya 1 kilometer. Jadi berputar untuk anak-anak sekolah,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang, Gunadi mengatakan, bahwa penyebab putusnya jembatan lantaran intensitas hujan yang tinggi hingga membuat debit air Kali Gunting meningkat. “Ini mengakibatkan jembatan Karobelah paling ujung putus,” katanya.

Masih menurut penjelasan Gunadi, kondisi usia jembatan yang sudah lama ini juga menjadi salah faktor penyebabnya. “Saya melihat kondisi sejarahnya itu 1971. Bangunan ini sudah lama sebetulnya. Sehingga yang lama ini semestinya diganti. Sehingga waktu banjir tergerus menjadikan jembatan ini ambles,” terangnya.

Selanjutnya, kata Gunadi, agar aktifitas warga kembali normal, pihak BPBD akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan ruang) dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). “Jembatan ini harus kami koordinasikan dengan tim teknis, terutama PUPR,” tukasnya. (elo)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar