Humas RS Kartini, Agus Prasetiyono SE (kiri) saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Hasan Assegafh/JurnalMojo.com) 

Seorang Wanita Hendak Melahirkan, RS Swasta di Mojosari Justru Tolak Pasien

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Kejadian tidak menyenangkan terjadi terhadap seorang pria dengan akun Adiek Wawan Islami. Ia menceritakan pelayanan salah satu rumah sakit di Mojosari ketika mengantar sang istri yang hendak melahirkan.

Namun, dirinya malah mendapatkan perkataan yang menurutnya tak pantas diucapkan oleh pihak rumah sakit tersebut. Hal itu diketahui melalui akun facebook miliknya yang di unggah pada tanggal 27 Februari 2019.

Baru satu jam postingan menyebar, sebanyak tiga ratus komentar bercucuran menyudutkan salah satu rumah sakit tersebut.

Hingga satu pekan lamanya, nampaknya postingan tersebut masih ada dan terdapat komentar sebanyak 2689 dan 3518 like.

Ditemui dirumahnya, Adiek Wawan Islami (29), warga Dusun Sudimoro, Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menceritakan, jika pada Rabu, (27/02/2019) dini hari, istrinya hendak melahirkan.

Lalu ia membawa ke Rumah Sakit Kartini, Jalan Airlanga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Ketika sampai di UGD wawan mendaftarkan istrinya tersebut.

“Pada saat itu saya bilang kalau istri saya mau melahirkan. Lalu perawat bilang, kalau dokter Yulianto tidak kerja karena sakit. Jadi perawat tidak bisa memasukan pasien tanpa seijin dokter. Lalu dia menyuruh saya cari rumah sakit lain saja,” ujarnya, Senin (04/03/2019).

Akhirnya, dirinya beralih untuk mencari rumah sakit yang lain. Tapi naas, saat hendak keluar ruangan ketuban istri Wawan pecah.

“Ketika mau keluar rumah sakit istri saya merasa tidak tahan lagi dan akhirnya ketuban pecah, langsung saya bilang ke perawat di dalam. Malah perawat menyuruh cari rumah sakit lain, itupun tidak keluar hanya melalui cendela saja,” tandasnya.

Sementara, ditemui diruang kerjanya, Agus Prasetyono., SE selaku Humas RSU Kartini mengklarifikasi postingan tersebut. Agus mengatakan, pada saat yang bersangkutan datang dokter jaga yang bertugas dalam keadaan sakit.

“Dokter juga manusia, sakit. Lah sakit gak mungkin meriksa pasien. Dan kita tidak punya pelayanan kandungan pada saat itu,” katanya.

Banyak komentar menyudutkan atas tindakan perawat tidak memberikan pelayanan terhadap pasien, Agus menjelaskan, jika pada saat itu suami dari pasien menolak untuk dilakukan perawatan. “Yang laki-laki itu tidak mau diperiksa dengan alasan tidak ada dokternya,” pungkasnya. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar