Salah satu pelajar yang sedang membawa buku tematik dari Kemendikbud. (Elok Aprianto/jurnalMojo)

Di Jombang Beredar Buku Tematik Bahas NU dan PKI Sebagai Organisasi Radikal

JOMBANG (jurnalmojo.com) – Beredar buku pelajaran untuk siswa sekolah dasar yang membahas tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai golongan organisasi radikal.

Bahkan dalam buku tematik terpadu kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2017, sempat menuai protes dari wali murid.

Buku tersebut memang diperuntukkan bagi siswa kelas V Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Dan pada sampul buku tersebut, tertulis Tema 7 dengan judul Peristiwa Dalam Kehidupan.

Dari informasi yang dihimpun, buku tersebut ditemukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sulamuddiniyah, Jalan Diponegoro Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu, (06/02/2019) siang.

Menurut penjelasan Muhammad Asy’ari, guru kelas V di sekolah tersebut membenarkan, bahwa buku dengan 226 halaman itu diprotes oleh sejumlah wali murid. Pasalnya di dalam buku tersebut terdapat tulisan yang menyamakan organisasi NU dengan PKI, dalam kategori organisasi radikal.

“Beberapa hari yang lalu ini ada beberapa wali murid yang datang ke sekolah untuk menanyakan perihal ada kata radikal didalam buku tema 7 ini,” ujarnya, pada sejumlah jurnalis, Rabu (06/02/2019).

Lanjut Asy’ari, buku-buku tersebut sudah dibagikan oleh pihak MI Sulamuddiniyah ke siswanya sejak sepakan yang lalu sebanyak 45 eksemplar. Namun, ia mengaku bahwa buku pelajaran tersebut belum sampai diajarkan.

“Buku ini diterima tahun ajaran baru ini. Ini baru dibagikan satu minggu, dan buku ini belum diajarkan. Baru dibagi,” ungkapnya.

Disinggung mengenai langkah apa yang akan dilakukan oleh pihak sekolah, Asya’ari mengatakan, bahwa pihak sekolah masih berkordinasi dengan pejabat di dinas terkait, termasuk berkordinasi dengan pihak kepala sekolah.

“Untuk ditarik, kami masih perlu komunikasi dengan waka kurikulum dan komunikasi dengan bapak kepala sekolah yang punya wewenang untuk menarik buku ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, jika melihat isi buku tersebut, di halaman 45 dijelaskan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Pada abad ke-20 disebut sebagai masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal/keras terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Organisasi-organisasi yang bersifat radikal ada Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlatul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI). (elo/yus)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar