Jelang Tahun Baru, Polres Mojokerto Gagalkan Pengiriman 1600 Botol Arak

AKBP Setyo Koes Heriyatno menunjukkan barang bukti yang masih berada di truk. (Achmad Supriyadi/jurnalMojo)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Jelang pergantian tahun 2018 ke 2019 Polres Mojokerto berhasil menggagalkan pengiriman 1600 botol minuman keras (miras) jenis arak jawa. Arak ini dibawa memakai truk dengan nomer polisi S 8469 UH.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, pihaknya menetapkan satu tersangka dari penangkapan satu truk yang dihentikan di jalan. Tersangka yakni Sutrisno (41), asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

“Truk dihentikan di Jalan Raya Puri tanggal 17 Desember oleh anggota Sat Reskrim. Arak jawa ini diorder oleh warga Mojokerto. Rencananya untuk persiapan tahun baru,” ungkapnya, Sabtu (29/12/2018).

Truk yang membawa arak tersebut ditutup menggunakan terpal guna mengelabuhi petugas dan dihentikan sebelum sampai ke orang yang memesan barang haram itu. Arak itu dikemas dalam kardus kemasan air mineral.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno dibantu Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bobby Zulfikar memotong knalpot brong. (Achmad Supriyadi/jurnalMojo)

Ketika petugas Sat Reskrim memeriksa truk, ternyata ada 90 kardus bekas air mineral yang sudah diisi dengan botol arak. Satu kardus terisi 12 botol arak dan setiap botolnya berisi 1,5 liter.

Selain mengamankan 90 kardus, petugas juga melakukan penggeledahan satu gudang yang berada di Kecamatan Puri. Gudang itu digunakan sebagai tempat transit adak sebelum dijual. Sebanyak 47 kardus ditemukan oleh polisi di gudang itu dan total 137 kardus berhasil disita.

Setyo menambahkan, hasil dari pengakuan Sutrisno, arak itu dijual secara eceran ke warung-warung di Kabupaten Mojokerto.

“Arak ini untuk persiapan tahun baru atau sebagai bahan dasar untuk memperbanyak arak lagi. Sopirnya mengaku mengedarkan sendiri, jadi masih sistem putus,” tukasnya.

Saat ini Polres Mojokerto masih terus mendalami pengakuan sopir yang dijadikan sebagai tersangka tersebut. “Sementara pengembangan di Tuban masih tertutup, tersangka masih bungkam,” cetus mantan Kapolres Pacitan ini.

Dihadapan polisi dan awak media, Sutrisno mengakui jika arak itu diambil di Kecamatan Jatirogo, perbatasan antara Tuban dan Rembang, Jawa Tengah. Pengambilan arak itu dilaksanakan malam hari.

“Sebelum dipindahkan ke truk, arak diangkut dengan mobil pickup L 300. Transaksi habis maghrib saat kondisi jalan sepi,” pungkasnya.

Sutrisno dijerat Pasal 204 KUHP tentang Penjualan Barang yang Membahayan Kesehatan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Disaat itu juga, Polres Mojokerto beserta instansi terkait memusnahkan berbagai barang bukti miras dan knalpot bring hasil razia sepanjang tahun 2018. (pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar