Skuad pemain PSMP. (Achmad Supriyadi/jurnalMojo)

PS Mojokerto Putra Resmi Ajukan Banding

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Tim manajemen PS Mojokerto Putra langsung merespon cepat atas sangsi yang dijatuhkan kepada klub oleh Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). PSMP dijatuhi larangan berlaga di Liga 2 musim 2019 karena dinilai terbukti melakukan praktek match fixing atau pengaturan skor.

Pihak manajemen menilai, sangsi yang dijatuhkan kepada klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto itu tidak fair. Alasan manajemen menilai sangsi itu tidak fair, karena hanya dari penyedia analisis yang bertempat di internasional.

Presiden PS Mojokerto Putra, Firman Efendi mengatakan, sangsi yang dijatuhkan tidak fair. Menurutnya, keputusan sangsi dari Komdis PSSI keluar pada tanggal 19 Desember, 22 Desember sangsi itu diungkapkan ke media. Pihak manajemen prihatin atas tudingan match fixing itu.

“PSSI tidak fair. Keputusan Komisi Disiplin muncul 19 Desember dan 22 Desember baru mengungkapkan ke media. Kami prihatin dengan tudingan ini,” katanya, Minggu (23/12/2018)

Firman menambahkan, praktek pengaturan skor yang ditudingkan oleh Komdis harus ada bukti otentik. Firman memberikan contoh, seperti operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari operasi itu KPK punya bukti.

“Harus ada bukti nyata atas tudingan match fixing itu. Kami akan menunjuk pengacara untuk mengajukan gugatan perdata. Kami juga akan mengajukan pidana karena PSSI telah melakukan pencemaran nama baik klub,” tambahnya.

Terkait sangsi yang dijatuhkan ke PSMP, manajemen tidak dapat panggilan dari Komdis PSSI. Firman menilai PSSI seperti banci, ia beralasan karena vonis itu tidak ada klarifikasi kepada manajemen PSMP.

“Kenapa kita tidak dipanggil sebelum sidang komdis atau vonis dijatuhkan, minimal ada pemberitahuan ke manajemen atau pemilik klub,” tandasnya. (pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar