Pasutri tersangka prostitusi saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya. (Ahmad Zain Widodo/jurnalMojo)

Berkedok Panti Pijat, Prostitusi Anak di Bawah Umur Terbongkar

‎SURABAYA (jurnalmojo.com) – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya membongkar bisnis prostitusi berkedok panti pijat di kawasan Jalan Lebak Jaya II Tengah, Surabaya, yang dikendalikan oleh pasangan suami-istri.

Pasutri itu berinisial YS (34) dan FT (35). Keduanya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka lantaran telah mempekerjakan dua orang perempuan yang masih di bawah umur.

Berdasar hasil penyelidikan, kedua korban dibandrol seharga Rp 700 ribu untuk melayani seksual kepada setiap lelaki yang menggunakan jasanya. Masing-masing korban dijanjikan mendapat bagian Rp300 ribu setiap melayani seksual tamunya yang dibayarkan secara kumulatif setiap bulan.

“Kedua korban ini dipasarkan melalui media sosial. Yang aktif memasarkan di meda sosial adalah tersangka YS,” terang Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Senin (17/09/2018).

Sedangkan istrinya, yaitu tersangka FT, rajin mencatat setiap tamu yang datang pada sebuah buku. Buku tamu tersebut kini diamankan oleh petugas Polrestabes Surabaya, selain juga mengamankan lotion atau minyak untuk pijat serta sejumlah kondom sebagai barang bukti.

Ruth menjelaskan, aktivitas prostitusi berkedok layanan panti pijat ini seluruhnya berlangsung di salah satu kamar rumah yang dikontrak oleh pasangan suami-istri itu sejak bulan Desember 2017.

“Jadi, kedua tersangka ini kontrak di rumah tersebut. Kemudian dijadikan tempat bisnis prostitusi berkedok panti pijat,” pungkasnya.

Kini, pasutri tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Polisi menjeratnya dengan Pasal 2 dan 17 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Selain itu, karena menyediakan tempat serta mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi, dan menjadikannya sebagai mata pencaharian. Polisi juga menjerat tersangka YS dan FY dengan Pasal 296 dan 507 KUHP, yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara. (ahm/yus)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar