Surat pemberitahuan. (Polresta Sidoarjo for jurnalMojo)

Kades Pesawahan Diduga Korupsi, Apakah Ditahan?

SIDOARJO (jurnalmojo.com) – Aris Kepala Desa (Kades) Pesawahan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo ditetapkan menjadi tersangka oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam kasus dugaan korupsi Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2016.

Awalnya Kades Pesawahan dilaporkan oleh anggota BPD Pesawahan karena diduga melakukan penyelewengan APBDes tahun 2016. Status Aris dinaikkan menjadi tersangka oleh penyidik pada Selasa (10/07/2018).

Anggota BPD Pesawahan yang melaporkan Kades Aris menyatakan, dugaan penyelewengan dana APBDes bermula ada proyek desa peninggian jalan di RW 2 dan RW 3. “Saat itu tidak ada musyawarah dengan warga dan tiba-tiba digarap. Kakak ipar Kades yang mengerjakan proyek,” tukasnya, Jumat (27/07/2018).

Masih menurut sumber tersebut, pengerjaan tahun 2016 itu dilaporkan di LPJ pada April 2017. Didalam laporan itu juga menyatakan proyek peninggian jalan itu dengan volume 1700x4x40. Berarti proyek peninggian jalan di RW 2 1700 meter dan di RW 1 213 meter dengan anggaran sebesar Rp 400 juta.

“Karena merasa ada kejanggalan dari laporan yang dibuat kades, beberapa warga melakukan pengukuran. Ternyata panjang pengerjaan proyek hanya 709 meter,” imbuhnya.

Kuasa hukum Kades Pesawahan Mursyid Mudiantoro menjelaskan, dana proyek itu sudah dianggarkan di APBDes dan melewati proses pelelangan dan sudah di pihak ketigakan. “Proyek ini pengadaan di tahun 2016, sudah lama berlangsung,” kata Mursyid.

Mursyid menambahkan, pengerjaan yang sudah selesai diserahkan oleh Pemkab Sidoarjo. Inspektorat Sidoarjo yang mempunyai wewenang untuk melakukan audit, supaya nanti bisa diketahui kerugian ataupun kelebihan anggaran. Lalu hasil audit yang dilakukan oleh Inspektorat dilaporkan ke pihak pelaksana. “Harus ada pengawasan administrasi, bukan tiba-tiba dilaporkan lali polisi melakukan penyelidikan,” paparnya.

Mursyid juga menyampaikan, kepala desa yakni pejabat tertinggi di desa dan untuk urusan pembangunan ada kepala urusan pembangunan yang sudah mengurus. “Jika hal seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin banyak desa takut melakukan pembangunan,” pungkasnya.

Sedangkan, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Muhammad Harris membenarkan jika ada pemeriksaan terhadap Kades Aris oleh Unit Tipikor. Saat ditanya tentang penahanan, ia menjawab singkat. “Nanti akan kita rilis,” ucapnya. (pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar