Petugas PMI Jombang saat menunjukkan stok darah di lemari penyimpanan PMI. (Elok Aprianto/jurnalMojo)

Pasca Lebaran, Stok Darah PMI Jombang Menipis

Salah seorang warga yang mendonorkan darahnya di PMI Jombang (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalmojo.com) – Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang, menipis.

Bahkan stok darah O saat ini yang paling sedikit dan hanya bisa melayani kebutuhan darah untuk hari ini saja.

Hal ini dikarenakan para pendonor darah yang masih belum melakukan donor darah, karena masih banyaknya aktifitas lebaran.

“Untuk stok darah pasca Idul Fitri masih berkurang sangat banyak jadi stoknya sangat tipis. Ini mungkin disebabkan masih banyak anggota-anggota donor yang masih disibukkan oleh kegiatan lebaran,” ujar kepala bagian medis UTD PMI Jombang, Rahmad Siswojo, saat ditemui sejumlah jurnalis. Sabtu, (23/06/2018).

Masih menurut penjelasan Siswojo, dari stok darah yang dimiliki oleh UTD PMI Jombang, golongan darah O dan AB, yang biasanya mencapai 150 per hari, hari ini hanya tinggal 10 kantong.

Dari stok yang dimiliki UTD PMI Jombang terdapat stok darah yakni, stok golongan darah A ada sebanyak 60 kantong, stok golongan darah B ada 90 kantong, stok golongan darah O ada 10 kantong dan stok golongan darah AB ada lima kantong.

“Hari ini kita kekurangan golongan darah O dan juga AB. Stok di PMI biasanya per hari itu 150 kantong, sekarang untuk hari ini saja hanya tinggal 10 kantong,” katanya.

Tentu kondisi ini, lanjut Siswojo, akan mengganggu pelayanan di UTD PMI Jombang dalam melayani kebutuhan darah di rumah sakit yang ada di wilayah Jombang.

“Dampaknya pelayanan kita tidak maksimal, tidak bisa melayani sepenuhnya permintaan darah dari rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kabupaten Jombang,” terang Siswojo.

Ketika disinggung langkah apa yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk mengatasi kekurangan stok darah tersebut, pihak UTD PMI Jombang akan melakukan sms pada seluruh anggota donor darah.

“Kita lakukan sms pada anggota donor darah bagi anggota yang sudah waktunya melakukan donor darah. Selain itu, besok kita juga akan melakukan donor masal diluar gedung, nanti kita datangi organisasi sosial, kebetulan besok kita datangi kegiatan SH Teratai yang ada di Ngoro Jombang, mungkin besok target kita bisa dapat 80 atau 100 kantong darah,” ungkap Siwojo.

Ditanya lebih lanjut mengenai berapakah jumlah stok yang dibutuhkan jika kondisi UTD PMI Jombang dikatakan aman, pria yang akrab disapa Pak Sis tersebut menjelasakan, bahwa jika dikatakan aman maka UTD PMI harus mempunyai stok darah minimal 40 kantong dari segala jenis golongan darah.

“Stok aman paling tidak minimal kita harus stok 40 kantong per golongan darah per harinya. Sedangkan untuk jatuh tempo (Kadaluarsa, red) darah itu masih bisa digunakan batas waktunya 35 hari, namun stok darah di UTD PMI Jombang tidak pernah sampai 20 hari, maksimal sebelum 20 hari itu sudah terpakai darahnya,” pungkas Siswojo.

Perlu diketahui, bahwa satu minggu sebelum lebaran, banyak para pencari darah dari luar Kabupaten Jombang, mengingat beberapa rumah sakit di luar Jombang banyak membutuhkan darah. (elo/yus)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar