Kapolres Mojokerto didampingi Wabup Mojokerto, Dandim 0815 dan Forkopimda. (Achmad Supriyadi/jurnalMojo)

750 Personel Disiapkan, Kapolres : Kami Akan Tembak Di Tempat Bagi Yang Menggangu Operasi

Pemusnahan barang bukti miras dan narkoba. (Achmad Supriyadi/jurnalMojo)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, Polres Mojokerto menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018. Tak hanya gelar apel pasukan, Polres Mojokerto juga melakukan rilis hasil operasi pekat 2018 dan pemusnahan barang bukti.

Polres Mojokerto berhasil mengungkap beberapa kasus dalam operasi pekat 2018 terdiri dari premanisme 156 kasus 190 tersangka, judi 19 kasus 41 tersangka, miras 119 tersangka 169 (1229 miras oplosan 734 miras pabrikan).

Narkoba 4 kasus 5 tersangka, handak 5 kasus 5 tersangka, prostitusi 6 kasus 11 tersangka, pornografi 1 kasus 1 tersangka. Satuan lalulintas Polres Mojokerto juga menindak pelanggar lintas.

Penegakan hukum pelanggaran lantas, tindakan tilang sebanyak 4052 dan untuk teguran sebanyak 82 kasus. Sedangkan untuk barang bukti SIM 92 STNK 2812, roda 2 258 unit dan roda 4 3 unit.

Tersangka dijaga ketat oleh petugas. (Achmad Supriyadi/jurnalMojo)

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menjelaskan, operasi pekat dan operasi patuh untuk rangkaian operasi cipta kondisi sebelum pelaksanaan operasi ketupat.

“Untuk operasi ketupat nanti, kami terjunkan sebanyak 750 personel terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Pramuka, tim kesehatan dan relawan. 750 personel kita bagi dalam tujuh pos pengamanan, satu pos pelayanan, satu rest area dan 12 pos pantau,” ungkapnya.

Tujuan operasi pekat, Kapolres Mojokerto juga mengatakan untuk memberikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri dan arus balik.

“Sudah ada perintah tembak ditempat dan kami akan bertindak tegas bagi semua yang akan menggangu operasi ini. Kita punya Gama Moker dan kita aktifkan untuk operasi ini,” pungkasnya. (pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar