Caption : Doa bersama untuk almarhum Budi yang dilakukan keluarga korban bersama keluarga pelaku. (Deaz Terengganu/Jurnalmojo.com)

Keluarga Pelaku Penganiayaan Guru Budi Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Berlanjut

Kedatangan keluarga pelaku ke rumah Almarhum Budi. (Deaz Terengganu/Jurnalmojo.com)

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Keluarga pelaku penganiayaan terhadap almarhum guru Budi mendatangi rumah korban di Dusun Pliyang, Desa Tanggung, Kecamatan Sampang Kota, Kabupaten Sampang, Sabtu (17/2/2018).

Kedatangan orang tua beserta keluarga pelaku tersebut bermaksud untuk meminta maaf kepada keluarga korban atas apa yang telah dilakukan oleh anaknya MH sehingga menyebabkan guru Budi meninggal.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh orang tua korban sambil mencium tangan orang tua guru Budi sesampainya dirumahnya.

Yahya selaku orang tua pelaku mengaku awalnya tak menyangka jika anaknya MH tega melakukan perbuatan yang sampai menghilangkan nyawa seseorang.

“Kami sekeluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum atas tindakan anak saya,” ucapnya.

Pihaknya awalnya mengaku sangat syok ketika mendengar bahwa anaknya telah melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan gurunya sendiri meninggal dunia.

Ditemui di tempat yang sama, Orang tua Ahmad Budi Cahyanto, Satuman mengatakan bahwa pihaknya menghargai itikad baik dari keluarga pelaku untuk meminta maaf.

“Pada dasarnya kami sekeluarga telah memaafkan, semoga pelaku MH sadar atas perbuatannya yang telah dilakukan dan diberi jalan yang benar,” harapnya.

Pihaknya juga berharap kejadian tersebut tak terulang kembali dan tali silaturahmi dengan keluarga pelaku tetap terjalin.

Satuman menambahkan walau keluarga pelaku telah meminta maaf namun terkait proses hukum tetap berlanjut sesuai dengan perundangan yang berlaku.

“Biarlah hukum berjalan dengan apa yang seharusnya terjadi, kita serahkan semuanya pada pihak yang berwajib,” tutupnya. (eaz/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar