Dimas saat melayani pembeli. (Karel/jurnalMojo.com)

Dimas Surya Suprana, Penjual Jajan 10 Tahun Dengan Cita-Cita Jadi Polisi

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Demi menyambung hidup, seorang anak di Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Berjualan kue setiap pulang sekolah. Dimas Surya Suprana (10) membantu meringankan beban ibunya dengan berjualan kue setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah.

Dimas yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ia bekerja mengantikan bapak tirinya yang sudah lama pergi meninggalkan ibu dan kedua adik yang masih balita. Merasakan teriknya panas siang hari bahkan hujan turun membasahi tubuh kecilnya tak menghalangi dia untuk tetap berjualan kue.

Ia mengawali jualan saat masih duduk di bangku kelas 1 SD dengan berjalan kaki keliling ke desa tempat tinggalnya dan ia berjualan tidak disuruh keluarga, tapi inisiatif sendri. ia mengaku perjuangannya masih panjang, tidak akan berhenti berjualan untuk keluarga dan pendidikannya.

Dimas saat melayani pembeli. (Karel/jurnalMojo.com)

“Saya berjualan sudah 4 tahun dari kelas 1, saya jualan karna kemauan sendiri dan juga ingin membantu ibu,” tukas Dimas saat ditemui wartawan jurnalmojo.com Senin (12/02/2018).

Hasil jualan selain disisihkan untuk modal membuat jajan, juga dibuat untuk biaya sekolahnya. Setiap hari sepulang sekolah maupun saat hari minggu tetap berjualan kue.

Ia hanya tinggal bersama ibu dan kedua adik perempuan yang masih kecil dengan hidup yang pas-pasan. Dia tetap semangat dan selalu bersyukur karena masih bisa merasakan bangku pendidikan.

“Saya tidak pernah menyuruh Dimas berjualan malah saya suruh sekolah sebetulnya, sejak kelas satu mulai berjualan sampai sekarang. Kadang saya berhenti buat kue agar Dimas istirhat tetapi, Dimas tidak mau berhenti jualan tetap minta saya buatkan roti untuk dijual,” tukas Titin ibunda Dimas

Cita-cita Dimas ingin menjadi polisi. Ia tak pernah putus asa walaupun hujan tetap berjualan. Saat hujan tiba dimas hanya menggunakan jaket saja karna tidak bisa membeli mantel atau jas hujan. inilah Dimas beserta kedua adik perempuannya yang masih kecil dan kondisi kontrakan yang mereka tempati sangat memprihatinkan. (rel/pry)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar