Berangkat Dari Rasa Iba, Pemuda 22 Tahun Abdikan Diri Jadi Relawan

 

Aden ketika ditemui jurnalis jurnalMojo.(Achmad Supriyadi/JurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) –  Achmat Atem alias Niki Mas Aden (nama samaran yang ia gunakan disosial media). Pria 22 tahun, lulusan SMK jurusan tehnik gambar bangunan rela mengabdikan diri menjadi relawan.

Aden yang tinggal di Dusun Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini, begitu tulus hatinya dengan menolong korban tanpa mengharap imbalan apapun.

Dia pun menjalani hidupnya dengan bekerja sebagai tenaga harian lepas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, yang bertugas merawat taman dan menyapu taman.

Meskipun begitu, ia rela meluangkan waktunya demi orang lain dengan menjalani harinya sebagai relawan kemanusiaan baik korban kecelakaan lalu lintas, tenggelam maupun pembunuhan. Aden kerap kali bertugas untuk mengevakuasi para korban meninggal serta membantu korban luka-luka dari kecelakaan.

Dengan berbekal sepeda onthel, ia berangkat menuju lokasi kejadian untuk menolong korban. Yang ia awali tanpa ada embel-embel keangotaan organisasi manapun, karena tekadnya untuk menolong korban.

Kisah awal dimulai, saat dirinya bergabung dalam grup di sosial media (sosmed) yakni facebook mengenai info di Mojokerto dan aekitarnya yang kerap membeberkan info mengenai kasus kecelakaan, sesaat usai melihat postingan dalam grup. Tanpa ada yang memerintah, hatinya tergugah dan membuat dirinya turun untuk menolong korban.

Saat ditemui jurnalmojo.com, anak bungsu ini mengatakan tentang alasannya menolong korban. Ia mengatakan bahwa itu memang sudah panggilan jiwa dan sebagai prinsipnya untuk menolong.

“Misalnya kalau ada orang meninggal di jalan, dan tidak ada yang menolong kasihan dan dia juga sama-sama manusianya,” ujarnya.

Dari pengalamannya menjadi seorang relawan ini, ia menceritakan jika pernah membantu untuk mengidentifikasi identitas korban yang terkadang kondisinya sudah sulit untuk dikenali.

Ketika ditanyai mengenai keuntungan apa yang bisa ia dapatkan dari menjadi relawan. “Ya tidak berharap apa-apa, sekiranya bisa menolong, menolong dan menolong. Ya sudah dan yang pasti, peduli sesama khususnya para korban menjadi prioritas bagi seorang relawan,” pungkasnya. (asc/pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar