Tinggalkan PDI Perjuangan, Emil Dardak Tak Inginkan Berkonflik

Jurnalis : Rony Yunarto
Emil Elistyanto Dardak, usai bertemu dengan ribuan relawan di kampus Institut KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Jawa Timur. JirnalMojo/Rony Yunarto

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Setelah menerima pinangan Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi pendamping dalam perebutan kursi Jatim 1, Emil Elistyanto Dardak tetap menginginkan jalinan yang baik dengan Partai Perjuangan Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Hal ini disampaikan disela-sela kegiatan yang digelar, Minggu (26/11/2017) di Institute Abdul Chalim, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kader PDIP yang diusung sebagai Bupati Trenggalek tersebut menyampaikan bahwa hingga saat ini masih menghormati dan tidak ingin berpolemik berkepanjangan dengan partai yang telah mengantarkan dirinya ke kursi Trenggalek 1 tersebut.

“Saya tidak akan membahas hal itu lebih panjang karena saya banyak rakyat warga Jawa Timur yang menginginkan pilkada ini berjalan dengan aman dan damai.,” Katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kemarin sudah diputuskan dengan baik dalam pembicaraan bersama dan selanjutnya akan dilakukan lagi proses lebih lanjut. Fase pendaftaran masih belum dilakukan dan jika tim pemenangan mengharuskan ada evaluasi ulang, hal itu sah saja untuk dilakukan.

“Saya siap dengan kondisi ini, namun patut diketahui bahwa saya tidak lari begitu saja. Saya sudah berpamitan dan yakin saja bahwa PDIP adalah partai besar yang mempunyai jiwa besar pula,” ungkap Emil.

Apakah posisi dan kedudukannya sebagai Bupati Trenggalek yang diusung oleh PDIP dan 6 partai koalisi saat ini tetap baik ?, Emil menjawab ringan. “DI Trenggalek, PDIP itu partai masih menjadi platform bagi perkembangan pembangunan politik. Oleh karena itu, saya sangat yakin dengan keputusan yang telah saya ambil saat ini,” tambahnya.

Emil melanjutkan bahwa pasca pembicaraan dan keputusan dimana dirinya menjadi pendamping Khofifah, harapan terbesar adalah iklim perpolitikan di Trenggalek tetap kondusif.

“Saya juga berharap kepada jajaran birokrasi, dengan kondisi dimana saya harus lepaa dari PDIP tidak perlu hal itu menjadi pengaruh besar dan akhirnya bisa membuat keruh suasana pemerintahan disana,” pungkasnya.

Yang pasti, tambah Emil, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan petinggi partai PDIP dan 6 partai koalisi lainnya tentang keputusan ini, jika setelah itu ada hal-hal yang menjadi ketetapan partai-partai tersebut maka itulah kebijakan partai dan harus bisa diterima.(ron/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar