Sidak Jalan Rusak di Ngarjo, Jatirejo, Rombongan Komisi C Disambut Demo Warga

Jurnalis : Achmad Supriyadi
Santoso, anggota DPRD dari PAN saat sidak galian C bodong/JurnalMojo-Ujeck

-Warga Mengeluh, Lima Tahun Mengadu Baru Direspon 
MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Setelah gagal sidak sehari sebelumnya, akhirnya anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto menepati janjinya untuk sidak jalan yang rusak parah akibat galian C di Desa Dukuh Ngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto Rabu (15/11/2017) pagi.

Pantauan JurnalMojo.com, sebelum menuju lokasi sasaran sidak, rombongan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto berkumpul di pendopo Kecamatan Jatirejo untuk berkoordinasi dengan Forpimka.

Tokoh muda Desa Dukuh Ngarjo saat orasi didepan balai desa/Jurnalomojo-Ujeck

Sekitar satu jam kemudian, para wakil rakyat itu bergeser ke balai Desa Dukuh Ngarjo guna meninjau jalan desa yang mengalami kerusakan akibat armada galian C. Namun, ratusan warga setempat yang melihat kedatangan Komisi C mendadak menyerbu balai desa untuk menyampaikan uneg-unegnya.

Tak ayal, interaksi antara warga dengan Komisi C serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berlangsung hangat. Beberapa warga juga menunjukan protesnya yang ditulis di kertas putih. Rata-rata mereka berharap agar jalan yang rusak tersebut segera dibangun dengan konstruksi beton.

Suyati (42) warga Desa Dukuh Ngarjo, Kecamatan Jatirejo menuturkan jika rusaknya jalan sudah berlangsung sejak lama. “Kami meminta jalan diperbaiki atau dicor, jalannya rusak kayak jalan dipedalaman. Jalan ini kurang lebih 5 tahun rusak, sudah sering mengadu ke instansi tapi tidak direspon. Banyak orang yang jatuh, anak-anak yang sekolah tidak ada yang berani ke sekolah karena jalannya rusak kayak ini,” ujarnya dihadapan Komisi C.

Ratusan warga yang membawa tulisan tuntutan soal jalan rusak/Jurnal Mojo-Ujeck

Wakil rakyat yang sidak berjumlah 8 anggota dari berbagai fraksi yang berada di komisi c Ada enam titik lokasi galian C yang berada di Desa Dukuh Ngarjo, diduga kuat ke enam lokasi galian tersebut bodong alias tak berijin.

Dihadapan ratusan warga, Kepala PUPR Kabupaten Mojokerto Didik Pancaning Argo menjelaskan bahwa anggaran sudah tersedia dan masuk skala prioritas. “Realisasi tergantung anggaran, kalau anggaran oke, ya catat teknis saja. Tahun 2018 pasti terealisasi (jalan beton) karena anggarannya sudah ada,” katanya.

Sementara itu, Saikhu Subhan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari fraksi Hanura menjelaskan dari sidak yang digelar itu, pihaknya menemukan kejanggalan dari enam galian C yang ada di Desa Dukuh Ngarjo.

Ratusan warga Dukuh Ngarjo memadati balai desa untuk menyampaikan tuntutannya/JurnalMojo-Ujeck

“Kami atas nama komisi c menemukan bukti yang sangat tidak masuk akal, tanah ini tidak masuk dalam wilayah Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) pastinya ilegal. Kedua, teknis penggaliannya ini sangat merugikan jalan milik umum merugikan masyarakat secara luas. Ketiga, ini rawan konflik. Keempat, Kabupaten dirugikan dengan tidak ada pemasukan ke PAD. Harusnya dinas yang bertanggung jawab Dinas Lingkuhan Hidup, Pertanian dan Satpol PP harus ada laporan kepada kami karena ada galian yang merugikan masyarakat. Kami dari komisi c akan adakan rekomendasi,” tukasnya.

Saikhu menambahkan dari temuannya saat sidak, Komisi C meminta agar agar pihak kepolisian segera turun dan menutup galian ilegal ini. “Kami akan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab. Kami akan desak pihak kepolisian segera menutup galian yang merugikan warga dan kabupaten. Kami akan tindak tegas aparat yang terbukti membekingi galian yang ilegal,” tambahnya.

Santoso salah satu anggota komisi c dari fraksi PAN yang ikut sidak mengatakan tahun 2018 akan terealisasi dengan dana Silva.

“Alhamdulillah setelah kemarin kita negosiasi dengan Bappeda dan Timgar insya Allah tahun 2018 akan terealisasi. Pendanaan akan diambilkan dari dana Silva, ini tadi ada tekanan dari seluruh komponen akhirnya tahun 2018 dijanjikan terealisasi. Perencanaan dan pelelangan sudah dilaksanakan, mudah-mudahan Ngarjo ini akan jadi skala prioritas tahun 2018. Dana yang dianggarkan 16 miliar dan rencana akan dilaksanakan sekitar bulan Mei,” pungkasnya kepada awak media. (pry/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar