Tidak Puas, Puluhan Anggota LSM Mojokerto Serbu Kejaksaan

Jurnalis : Rony Yunarto
Sugiantoro, koordinator aksi saat menyampaikan orasi terkait lemahnya Kejaksaan Negeri Kab Mojokerto menanggani kasus korupsi. JurnalMojo/Rony Yunarto

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Setelah gagal bernegosiasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. Lembaga Swadaya Masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Rakyat Mojokerto (Geram) kembali menyerbu kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Jl. R.A Basuni, Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (7/11/2017) pagi.

Dengan membawa massa yang lebih banyak dari unjuk rasa sebelumnya, Geram kembali menyuarakan aspirasi terkait dengan proses hukum kasus korupsi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Mojokerto.

Dalam orasinya, Ir. Sugiantoro, koordinator aksi menyampaikan keberadaan jaksa yang lamban dan berbelit dalam menangani dugaan kasus korupsi PJU. 

“Kejaksaan tidak becus dalam menangani kasus korupsi PJU dan melakukan pembiaraan terhadap koruptor. Hingga saat ini, hampir tidak ada tindaklanjut sama sekali terhadap kades yang terlibat kasus korupsi tersebut,” teriaknya.

Diketahui, dugaan kasus korupsi tentang pengadaan lampu PJU di Kabupaten Mojokerto lalu menyeret puluhan kepala desa untuk diperiksa oleh lembaga adhiyaksa tersebut. 

Dalam proses hukum yang berjalan, Kejaksaan Negeri telah melakukan pembinaan dengan memberikan arahan agar kepala desa yang tersangkut hukum harus mengembalikan dana yang diduga sebagai hasil korupsi.

“Sudah jelas ada penyelewengan dana lampu PJU dan kejaksaan sudah tahu. Namun proses hukumnya hanya sebatas mengembalikan saja. Meskipun kepala desa sudah mengembalikan, tapi secara hukum harus tetap dilanjutkan,” tegas Sugiantoro.

Sementata itu, pihak kejaksaan hingga saat ini belum menanggapi tuntutan dari massa pengunjuk rasa dan masih menutup diri didalam kantor yang sedang dikepung oleh puluhan massa aksi.(ron/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar