Terindikasi Rugikan Negara, BPKP dan Kejaksaan Telusuri Pertokoan Eks Terminal Pohjejer

Gedung terminal yang asetnya hilang
MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Terindikasi merugikan negara, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto bersama BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Jawa Timur, Kamis (03/08/2017) memeriksa pertokoan di Terminal, Pohjejer, Gondang, Kabupaten Mojokerto. Indikasi tersebut, setelah melihat bangunan pertokoan eks sub terminal yang dulu dirobohkan. 
Tim BPKP yang berjumlah 3 orang tersebut bersama 4 orang tim kejari, melakukan klarifikasi dan cek fisik bangunan. Anggota tim yang datang ke lokasi, menyusuri bangunan gedung yang dijadikan pertokoan dilanjutkan ke balai desa setempat.

“Sekarang ini hanya klarifikasi dan memeriksa sub terminal pohjejer yang sekarang dijadikan pertokoan,” jelas Fathur Rohman, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Mojokerto yang memimpin tim kejaksaan. 
Seperti diketahui, sebelumnya bangunan pertokoan tersebut adalah sub terminal Pohjejer. Pada tahun 2015, bangunan terminal dirobohkan dan selanjutnya dibangun kompleks pertokoan pada tahun 2016. 
Usai menyusuri bangunan pertokoan, tim giliran memeriksa Kepala Desa Pohjejer beserta perangkatnya, serta pihak ketiga. Selanjutnya, tim BPKP dan Kejari akan melakukan koordinasi untuk melanjutkan kegiatannya, meminta keterangan Dinas Perhubungan (Dishub). Menurut Fathur, klarifikasi dan pemeriksaan itu untuk mengecek apakah ada kerugian negara atau tidak. 

Kejaksaan masih menunggu hasil dari auditor BPK. Jika ada kerugian negara Kejaksaan akan meneruskan kasus ini,” terang Fathur

Sementara, terkait dengan pihak ketiga, Fathur masih belum menyebut dengan jelas. Ia hanya mengatakan, pihak ketiga tersebut berinisial NS. 

“Pihak ketiga identitasnya NS saja dulu, nanti akan kami beritahu. Jika ada kerugian negara anda tanyakan langsung ke BPK,” pungkasnya. (pry/and)
Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar