Kiai Ud: Anak Yatim Harus Semangat Belajar dan Ibadah‎

Jurnalmojo.com
Buka Puasa Bersama dan Penyerahan Bantuan Operasional Panti Asuhan
MOJOKERTO ( jurnalmojo.com ) – Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus, Kamis (15/6) hadir dalam acara buka puasa bersama anak yatim piatu. Bertempat di Masjid Baitun Nur, Kantor Dinas Sosial Kota Mojokerto, Kiai Ud hadir bersama Waka Polresta Mojokerto, Asisten, Kepala Dinas Sosial, Kepala OPD, Camat, Lurah serta pengasuh panti asuhan di Kota Mojokerto.

Buka puasa bersama ini dalam rangka penyerahan bantuan operasional panti asuhan di Kota Mojokerto dan sekaligus menyambut hari jadi Kota Mojokerto ke-99 tahun 2017. Penyerahan bantuan ini diberikan pada saat menjelang lebaran dengan maksud agar dapat memenuhi kebutuhan operasional di panti asuhan yatim piatu.

Dalam sambutan dan tausiyahnya, Kiai Ud menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa Rasul dan orang-orang yang mau mengasuh anak yatim akan berjajar terus ketika berada di surga. 
“Karena itulah tugas untuk membimbing, merawat dan mengasuh anak yatim sangat-sangat mulia. Disamping tugas agama juga merupakan tugas Negara,” tuturnya.

Sebagaimana dinyatakan di dalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. 
“Karena itu harapan kami, mudah-mudahan anak-anak kita kedepan akan menjadi generasi penerus yang betul-betul berkualitas, memiliki daya saing serta mampu memberikan dharma bhaktinya kepada agama, bangsa dan negara,” harap Kiai Ud.


Wali Kota juga memotivasi puluhan anak yatim piatu yang hadir agar tidak berkecil hati dalam menjalani hidup. Sebab banyak pemimpin dan tokoh di dunia ini yang sukses juga adalah anak yatim, contohnya mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid. 
“Bahkan saya sejak kelas 5 MI sudah ditinggal sedo sama abah saya. Namun demikian status yatim tidak boleh dibuat minder, justru harus dijadikan motivasi semangat untuk selalu belajar dan beribadah, itulah kunci dari keberhasilan,” serunya.
                
Pemerintah Kota Mojokerto yang telah mencanangkan pendidikan 12 tahun juga dimotivasi agar terus semangat sekolah minimal lulus SMA. “Bahkan kalau anak-anak yatim ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, dengan nilai lulus yang baik, Pemkot Mojokerto menyediakan bantuan beasiswa perguruan tinggi peranak perbulan enam ratus ribu rupiah sampai lulus sarjana,” lanjut Kiai Ud. 
                 
Bantuan operasional diberikan kepada lima panti asuhan yatim piatu secara simbolis. Yaitu masing-masing PAY Al Ikhlas sebesar 45 juta rupiah, PAY Muhammadiyah sebesar 55 juta rupiah, PAY Al Hasyimiyah sebesar 52 juta rupiah, PAY Miftahul Hikmah sebesar 35 juta rupiah dan PAY Ar Rohmah sebesar 25 juta rupiah. (kha/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar