Seorang pengunjung memilih baju di Loak Fest vol #7 (Nabilla Meilina/jurnalMojo.com) 

Fenomena Thrifting Dikalangan Anak Muda Untuk Mengurangi Limbah Tekstil

Berbagai baju thrift yang dijual (Nabilla Meilina/jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Kini thrifting tengah digandrungi anak muda, peminat baju second ini sangat tinggi, harga yang relatif cukup murah membuat tren thrifting mulai bermunculan untuk kurangi limbah tekstil.

Akhir-akhir ini pedagang pakaian impor bekas makin menjamur di Kota Mojokerto,  Loak Fest Mojokerto mengadakan kegiatan bazar pakaian bekas (thrift), berlokasi di Villa Royal Waterpark Wates Kota Mojokerto, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari  14 hingga 16 Januari 2022.

Bazar pakaian thrift yang diadakan oleh Loak Fest Mojokerto diikuti oleh puluhan thrift and preloved tenant yang cukup terkenal di Kota Mojokerto.

Thrifting terus meningkat seiring tren di kalangan remaja yang hobi mengenakan pakaian bermerk atau branded aneka produk fashion original, pakaian bekas yang dijual terdiri dari banyak model produk fashion seperti kaos, kemeja, jaket, dan celana.

Salah satu penjual thrift mengatakan kelebihan dari berjualan thrift yakni dari segi cerita barang tersebut.

“Kelebihan dari menjual thrift dari cerita barangnya, misalnya barang ini di buat di tahun segini dan tidak dirilis lagi dan orang tertentu yang dapat,” ungkap penjual yang mewanti-wanti namanya dipublikasikan pada jurnalMojo.com, Jumat(14/01/2022).

Thrifting atau membeli pakaian bekas yang masih layak dipakai kini telah banyak digandrungi banyak orang, deretan baju hingga celana digantung dan telah diberi label harga.

Salah satu pembeli Erma (21),  mengatakan, jika dibandingkan dengan harga baru akan jauh lebih murah di thrifting.

“Mungkin dari segi harga ya lebih murah dari pada beli di toko langsung baru,” ungkapnya.

Sementara itu, pembeli lainya Nafi (21) mengatakan, selain harganya lebih miring thrifting juga dapat membantu mengurangi limbah tekstil dalam hal ini dapat memberikan dampak positif bagi ekologi.

“Lebih memilih thrift karena memang buat konsep konservasi lebih bagus, terus harganya lebih murah, ya merasa kontribusi sama lingkungan,” ungkapnya. (bil/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar