Jalan rusak yang sempat ditanami pohon pisang oleh warga (Elok Aprianto/jurnalMojo.com) 

Tangani Ruas Jalan Rusak di Ploso, Pemkab Jombang Berbagi Peran Dengan BBPJN Dan Pemprov 

Bupati Jombang, beserta OPD terkait saat melakukan pers rilis di Pendopo Kabupaten (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Tangani ruas jalan yang rusak di wilayah Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, berbagai peran dengan sejumlah pihak.

 

Sedikitnya ada beberapa instansi yang terlibat perbaikan jalan yang sempat ditanami pohon pisang oleh warga setempat.

 

Untuk melakukan perbaikan, Bupati Jombang mengintruksikan agar dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang berbagi peran dengan BBPJN dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim).

 

Pasalnya, kerusakan ruas jalan tersebut, diakibatkan adanya pengalihan jalan. Lantaran, adanya aktivitas pembangunan Jembatan Ploso baru.

 

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan, perbaikan ini merupakan kesepakatan bersama hasil pertemuan antara Pemkab Jombang, BBPJN, Pemprov Jatim, maupun PT Waskita Karya sebagai penyedia Proyek Pembangunan Jembatan Ploso baru pada Rabu (24/11) kemarin.

 

Bupati menyebut, Proyek Pembangunan Jembatan Ploso yang baru merupakan proyek strategis nasional. Dimana jembatan itu, menjadi penghubung antara Jombang dengan kabupaten lainnya di Jawa Timur.

 

“Jembatan ini merupakan jembatan penghubung antara Kabupaten Jombang dan beberapa kabupaten lain yang berada di sebelah utara. Jembatan Ploso akan juga mendukung perekonomian Kabupaten Jombang, khususnya wilayah utara Brantas yang akan menjadi wilayah industri,” ungkap Bupati, pada sejumlah jurnalis, Kamis (25/11/2021).

 

Bupati menjelaskan, pada pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Ploso, diperlukan penutupan akses jalan dan membuka jalan alternatif. Jalan-jalan alternatif tersebut yakni, ruas jalan Kabuh-Tapen, ruas jalan Ploso-Pasar Ploso, dan ruas jalan Ploso-Bawangan.

 

“Pada prakteknya jalan-jalan kabupaten dengan kontruksi jalan ruas 3C, dilalui berbagai kendaraan kelas berat, hal tersebut akhirnya mengakibatkan terjadinya kerusakan jalan. Keadaan ini diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi,” ungkap Bupati.

 

Lantaran, kondisi kerusakan jalan yang parah, tidak dimungkinkan untuk melakukan perbaikan dengan metode pemeliharaan rutin, namun hanya dapat dilakukan dengan rekonstruksi jalan.

 

“Kondisi tersebut di atas mengakibatkan penurunan dan terhambatnya kegiatan perekonomian masyarakat, serta mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Bupati.

 

Untuk mengurangi dampak yang terjadi, Pemkab Jombang beberapa kali melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait pembangunan Jembatan Ploso. Dan koordinasi terakhir dilakukan pada Rabu (24/11) yang menelorkan beberapa kesepakatan.

 

“Dinas PUPR Kabupaten Jombang berbagi peran dengan BBPJN dan Dinas PU Bina Marga Provinsi, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, telah melakukan penanganan darurat untuk mengatasi kerusakan jalan yang digunakan sebagai jalur alternatif akibat pembangunan Jembatan Ploso,” kata Bupati.

 

Masih menurut Bupati Jombang, Satker Wilayah IV menyatakan siap memberikan bantuan material yakni, hotmix sebanyak 116 ton. PPK Proyek Pembangunan Jembatan Ploso juga menyatakan bahwa, pada tanggal 24 November 2021 telah dilakukan pembukaan arus lalu lintas.

 

“Sudah open traffic pada ruas jalan provinsi, sehingga kendaraan bertonase besar tidak lagi melintas di jalur alternatif,” ucapnya.

 

Bupati menyebut, UPT Bina Marga Provinsi Jawa Timur memberikan saran agar dibuat rambu larangan bagi kendaraan bertonase besar untuk melintas di jalan kabupaten, dan dilakukan pengawasan terkait hal tersebut. “PT Waskita Karya sebagai pelaksana kegiatan Jembatan Ploso, bersedia memberikan dukungan alat berat untuk pelaksanaan perbaikan jalan,” bebernya.

 

Bupati menegaskan, Dinas Perhubungan juga menyarankan agar dipasang rambu-rambu petunjuk darurat berbentuk banner berupa larangan bagi kendaraan bertonase besar untuk tidak melintasi jalan kabupaten.

 

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Bupati Jombang berharap, permasalahan yang terjadi dapat segera terselesaikan dengan cepat. “Sehingga arus lalu lintas dan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kerusakan jalan dapat kembali normal,” pungkasnya.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar