Rumah tidak layak huni yang sudah dibangun melalui anggaran DAK RTLH (Elok Aprianto/jurnalMojo.com) 

Dinas Perkim Jombang Rehab Ratusan Rumah Tidak Layak Huni 

Tim dari Perkim Jombang, saat melakukan pengecekan rumah (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Jombang merehab ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) di 3 desa. Kegiatan rehab RTLH ini dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021.

 

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Jombang mendapat alokasi anggaran DAK RTLH sebesar Rp. 2.920.000.000. Itu dipergunakan untuk kegiatan rehab ratusan RTLH di 3 desa.

 

Yakni, 37 rumah di Desa/Kecamatan Jombang, 50 rumah di Desa Bakalanrayung, 55 rumah di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu.

 

“Masing-masing alokasi setiap rumah adalah Rp 20 juta. Yang peruntukannya adalah Rp 17,5 juta untuk material dan 2,5 juta untuk upah tenaga kerja,” ungkap Kepala Dinas Perkim Jombang Heru Widjajanto pada sejumlah jurnalis, Rabu (24/11/2021).

 

Dijelaskan Heru, pencairan DAK untuk RTLH dibagi menjadi tiga gelombang. Yaitu gelombang pertama April-Juni, Juli-september untuk gelombang kedua dan gelombang ketiga cair pada bulan September-Desember.

 

“Saat ini Gelombang 2 sudah selesai 100 persen, baik dari segi pencairan maupun pelaksanaan di lapangan. Untuk gelombang ketiga akan cair pada minggu depan,” ujarnya.

 

Selama ini, kata Heru, Kabupaten Jombang selalu mendapat alokasi anggaran dari pemerintah pusat terkait RTLH. Baik melalui dana DAK maupun BSPS.

 

“Hal ini membuktikan bahwa Pemkab Jombang sangat komitmen dengan persyaratan pemerintah pusat. Baik dalam hal penyediaan dana pendamping, fasilitasi pelaksanaan program serta keseriusan pelaksanaan program yang telah diamanatkan oleh Pemerintah pusat,” pungkasnya.(elo/jek/*)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar