Caption foto : ilustrasi

Cabuli Jemaatnya, Oknum Pemuka Agama Dibekuk Polisi

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Cabuli jemaatnya sendiri, H (39), seorang pemimpin doa nasrani di Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, dibekuk unit PPA Satreskrim Polres Jombang.

Aksi bejat H yang tega mencabuli Bunga (14), terbongkar atas rasa curiga kedua orang tua Bunga. Bahkan, aksi bejat H ini sudah berlangsung sejak lama.

Menurut keterangan salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan ini. H bukanlah pengurus atau tokoh di salah satu gereja. Namun, H memiliki kelompok khusus yang biasa melaksanakan ibadah.

“Posisi dia lebih ke pemimpin doa begitu, dia ini punya beberapa jemaat yang dilayani di rumahnya ataupun rumah dia sendiri, dia juga punya tim dalam kerjanya ini,” ungkap narasumber yang namanya enggan dipublikasikan itu, Minggu (21/11/2021).

Ia menyebut, ibadah yang dilayani H, merupakan ibadah yang berkaitan dengan penyembuhan dan ada unsur eksorsisme. Di situlah, korban dan pelaku akhirnya bertemu.

“Korban ini, katanya adalah anak yang katanya memiliki riwayat sakit, jadi informasinya korban ini katanya sering histeris atau bagaimana begitu,” ujarnya.

Ia menyebut, perbuatan cabul yang dilakukan H, ini dilakukan ketika proses ibadah penyembuhan itu. Dengan modus ibadah pribadi, pelaku mengajak korban berduaan di kamar dan melakukan peribadatan. “Dari itulah kemudian korban dicabuli, dan sudah dilakukan beberapa kali” katanya.

Aksi bejat pelaku sendiri, akhirnya terbongkar setelah orang tua Bunga mulai curiga dengan aktivitas ibadah pribadi yang dilakukan anaknya bersama H. Saat didesak, Bunga akhirnya menceritakan seluruh kejadian pencabulan dan persetubuhan yang ia rasakan selama ini.

“Ya setelah ketahuan orang tuanya, dilaporkan kepada polisi. Pelaku sendiri juga sudah ditangkap kok, kalau tidak salah Selasa (16/11) lalu, informasinya sudah ditahan di Polres Jombang,” tukas narasumber yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Mojowarno ini.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan tak menampik adanya kasus pencabulan yang melibatkan pemuka agama itu.

Namun, hingga kini pihaknya mengaku masih melakukan penyidikan dan pendalaman soal kasus itu. “Jadi benar, ada kasus pencabulan dari Mojowarno yang sedang kita tangani, pelaku sudah diamankan dan ditahan,” terang Kasat Reskrim.

Meski demikian, Kasat Reskrim belum bisa menyampaikan secara rinci penanganan dan kronologis dugaan kasus pencabulan yang melibatkan pemimpin doa tersebut. “Kita masih lengkapi bukti dan penyidikan, kalau sudah siap pasti akan kita sampaikan secepatnya nanti detailnya ya,” pungkasnya.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar