Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Amin Wachid.(Hasan Assegafh/jurnalMojo.com)

PTM di Kota Mojokerto, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Tetap Berikan Himbauan Prokes

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Menyikapi beberapa waktu sejak diberlangsungkanya pelaksanaan penambahan jam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Mojokerto, belum pernah ditemukan kasus positif Covid-19.

Menanggapi hal itu, Amin Wachid, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menghimbau kepada guru pengajar tetap selalu menjaga disiplin protokol kesehatan.

“Diharapkan semua disiplin prokes. Terutama gurunya, para siswa bisa menjaga jarak karena kelas sudah ada skat,” ungkapnya, Rabu (10/11/2021) siang.

Penerapan skat di dalam kelas bertujuan guna meminimalisir para siswa yang membuka maskernya dalam pembelajaran di dalam kelas, sehingga, penyebaran covid-19 dapat dicegah.

“Penambahan jam PTM terbatas akan dilakukan secara bertahap sembari mengejar ketertinggalan,” tambahnya.

Sehingga, pihaknya lebih berharap kepada para guru pengajar untuk bisa disiplin memakai masker dan tidak ragu mengingatkan tentang prokes ke setiap siswa didiknya.

“Kami berharap para siswa bisa masuk normal seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi,” harapnya.

Seperti diketahui, Sesuai rilis resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), daya serap siswa untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hanya 35 persen. Harapannya, akhir tahun ini bisa 65 persen terutama untuk kelas awal. Yakni kelas 1 SD, kelas 2 SD, kelas 7 SMP dan kelas 8 SMP dengan harapan ada perhatian ekstra.(has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar