Daging ayam program sembako atau BPNT busuk, yang diterima KPM di Dusun Tronyok, Desa Sukorejo Perak (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Puluhan KPM Terima Daging Ayam Busuk, Dinsos Jombang Tidak Lakukan Investigasi Mendalam

Daging ayam program sembako atau BPNT busuk, yang diterima KPM di Dusun Pedes, Desa Sukorejo Perak (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Meski ada puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) program sembako atau bantuan pangan non tunai (BNPT) yang menerima komoditi daging ayam busuk, Dinas sosial (Dinsos) Jombang, belum melakukan investigasi mendalam terkait penyebab KPM bisa menerima daging ayam busuk.

Parahnya, Dinsos Jombang hanya fokus pada pengecekan kebenaran peristiwa 25 KPM di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak tersebut, benar-benar menerima komoditi daging ayam busuk, yang disalurkan agen e-wrong Ria Pangestu.
Hal ini disampaikan oleh Kadinsos Jombangm, Hari Purnomo. Hari mengaku sudah menerjunkan tim ke lapangan. Tim yang diterjunkan itu, sebatas memastikan kondisi penyaluran BPNT kepada para keluarga penerima manfaat (KPM).

“Kalau investigasi tidak ya. Ditugas kami bunyinya kan timkor, pengendalian pemantauan, jadi kroscek lapang atas kejadian itu (temuan daging ayam busuk, red),” ungkap Hari, Senin (16/08/2021).

Padahal, di dalam Pedoman Umum Program Sembako disebutkan, Timkor Kabupaten memiliki beberapa fungsi. Salah satunya, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di tingkat kecamatan hingga desa.

Termasuk melakukan pemantauan terhadap agen e-warong dan kondisi ketersediaan, kualitas dan harga bahan pangan yang dijual di e-warong.

Namun, penyebab buruknya kualitas komoditas atau penyebab busuknya daging ayam yang diterima KPM di Jombang, tidak dilakukan investigasi oleh tim dari Dinsos setempat yang turun ke lapangan.

“Kalau kita sebatas monitoring bagaimana menjamin komoditi yang disampaikan ke KPM harus memenuhi 6T, tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga dan tepat administrasi. Kalau ada temuan atau komplain masyarakat yang kita lakukan sesuai prosedur,” ucap Hari.

Ironisnya, meski ada 25 KPM yang menerima daging ayam busuk, Dinsos Jombang tidak menjatuhkan sanksi apapun kepada agen e-warong dan penyuplai daging ayam busuk. Hari menyebut bahwa sanksi merupakan wewenang BNI sebagai bank penyalur.

“Dinsos hanya merekomendasikan hasil kroscek dan monitoring kami di lapangan. Kemudian kita minta BNI melakukan pembinaan sesuai prosedur dan tahapan mereka,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, daging ayam busuk diterima 25 KPM di Desa Sukorejo dari agen e-warong Ria Pangestu pada Senin (9/8). Agen ini melayani penyaluran BPNT terhadap 230 KPM. Setiap KPM menerima beras 10 Kg, bawang putih 1 Kg, tahu 1 kotak, telur 20 butir, kentang 1 Kg, serta daging ayam 1 Kg.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar