Salah saty warga yang menunjukan lokasi pertambangan bodong (Foto/Istimewa)

LSM di Mojokerto Tuding Galian C Bodong Milik Busono Merusak Lingkungan

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Sebuah lahan seluas 1 hektar yang dijadikan lokasi pertambangan pasir dan batu (Galian C) diduga ilegal di  Dusun Sumbersari, Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, menuai kecaman beberapa warga dan aktifis lingkungan Mojokerto.

Dari informasi yang diperoleh, galian bodong tersebut milik Busono, yang telah beberapa waktu yang lalu beroperasi ini menuai permasalahan lantaran dituding merusak lingkungan.

Hal ini diungkapkan Supriyono, Sekretaris LSM Mojokerto Watch. Menurutnya, aksi pertambangan yang dilakukan oknum tersebut terkesan dibiarkan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum setempat.

“Bagaimana aparat penegak hukum, dan pemerintahan dari desa sampai kabupaten, ada dugaan pembiaran,” ungkapnya, Kamis (29/07/2021) sore.

Supriyono menambahkan, dinas terkait dengan kegiatan ini harus tegas menangani perkara yang dapat merusak Sumber Daya Alam ini.

“Penggali jelas melanggar undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), dan lingkungan Hidup, itu jelas hukumnya,” imbuhnya.

Masih kata pria yang juga menjadi anggota LSM Wahana Alam Nusantara Indah (WANI) ini, dirinya berharap agar dinas terkait segera menindak oknum oknum tersebut.

“Secepatnya, pihak-pihak terkait wajib bertindak,  karena membahayakan lingkungan,” tandasnya.

Ia pun sanggup mendampingi sejumlah warga yang terdampak dan membuka kesempatan untuk warga sekitar yang terdampak dapat membuat laporan terkait ekspolari pasir dan batu ini.

“Warga bisa membuat surat laporan, monggo kami siap melakukan pengawalan,” tegasnya.

Terpisah,  Sumartik, salah satu aktifia dari LSM Paguyupan Srikandi Peduli Lingkungan Mojopahit (PSPLM), juga juga menyesalkan apa yang dilakukan oknum penggali tersebut.
“Disitu tidak layak untuk digali dan dirusak, bahkan wilayah pertanian atau lahan hijau,” terangnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pemilik usaha galian C tersebut dan perangkat desa masih belum bisa dikonfirmasi. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar