Kedua tersangka saat digelandang ke kantor BNN. (Hasan Assegafh/jurnalMojo.com)

Dua Bandar Narkoba Diringkus BNN Kota Mojokerto, 44,32 gram Sabu Diamankan

Petugas menunjukan barang bukti.(Hasan Assegafh/jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Andri Sugiono (35) dan Andri Kristian (39) warga Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, ditangkap petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto usai kedapatan membawa  sabu-sabu seberat 44,32 gram siap edar.

Petugas menangkapnya di rumah yang ada di Jalan Timor, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (29/07/2021) malam.

Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi, dalam konferensi persnya mengatakan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran terhadap kedua pelaku saat hendak dilakukan penangkapan.

“Sebelum melakukan penangkapan, saya meminta kepada anggota tembak ditempat jika pelaku melawan. Sebab, kita khawatir anggota didorong dari atas loteng,” kata Suharsi, Jumat (30/07/2021) siang.

Setelah dilakukan penangkapan, barang bukti sabu-sabu seberat 44,32 gram dan beberapa plastik klip yang telah disiapkan pelaku.

“Saat kita gerebek rupanya keduanya sedang membagi sabu,” tambahnya.

Menurutnya, kedua tersangka merupakan salah satu buronan petugas, lantaran penjualannya omzetnya tergolong besar.

“Ini adalah target kami sudah tiga bulan, omsetnya juga besar, transaksinya ada yang satu ons,” ungkapnya.

Dari keterangan kedua pelaku, lanjut Suharsi, barang haram tersebut didapatkan tersangka dari seseorang yang berada di lapas.

“Kita tidak berani menyebut dari lapas mana, sebab kita harus membuktikan dulu sebelum menyebutkan barang ini memang dari lapas,” tuturnya.

Dari penangkapanya kali ini, Suharsi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa sabu yang belum diedarkan sebanyak 44,32 gram, tujuh bendel plastik klip, timbangan digital hingga dua hand phone dan juga satu unit sepeda motor.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 114 dengan ancaman hukuman 5 hingga maksimal 20 tahun penjara,” tutupnya. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar