Pembangunan tower yang belum memiliki izin secara lengkap dari DPMPTSP (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Marak Bangunan Tower Tanpa Izin di Jombang, Ini Kata LSM

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Kian maraknya aktivitas pembangunan tower, tanpa disertai kepemilikan izin secara lengkap di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat kritik dari aktvis LSM di Jombang.

Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada 7 bangunan tower yang sudah berdiri namun, pihak pengusaha tower masih dalam proses pengurusan izin. Artinya, bangunan tower sudah berdiri, namun izin belum rampung secara keseluruhan.

Hal ini membuat, aktivis LSM Pos Paham, Nurrohman menilai bahwa pengawasan perizinan di Jombang sangat lemah. Sehingga ada banyak sekali pelanggaran aturan perizinan di Jombang.

Ia menyebut, Pemkab sangat lemah dalam penindakan. Bahkan, banyak kegiatan yang melakukan pembangunan terlebih dahulu baru melakukan pengurusan dokumen perizinannya.

”Kan selama ini saya lihat seperti itu. Bahkan kebanyakan bangunan terlebih dahulu baru melakukan pengurusan izin,” ungkapnya, Kamis (08/04/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, pelanggaran aturan perizinan hal ini sudah menjadi budaya di Kabupaten Jombang. ”Ini karena lemahnya dari penindakan atau seperti apa. Sampai-sampai hampir semua kegiatan pembangunan belum mengantongi izin yang lengkap,” katanya.

Ia menegaskan, jika hal ini terus terjadi di Kabupaten Jombang, maka pengusaha tidak akan lagi membutuhkan aturan perizinan, yang dibuat melalui mekanisme hukum tata Negara.

“Kalau seperti ini kan sama saja tidak ada pemerintahan. Pengusaha akan meremehkan. Karena mereka tahu dibangun terlebih dahulu pasti nanti ujung-ujungnya juga akan mendapatkan izin,” tegasnya.

Ia menyebut, dalam bernegara aturan dibuat untuk mendisiplinkan masyarakat. Sehingga terciptalah keadilan yang proporsional antar warga Negara. Untuk itu, Pemkab Jombang harus melakukan evaluasi besar-besaran dalam menyikapi fenomena tower illegal di Jombang.

Dengan tujuan, sambung Nurrohman, peristiwa pelanggaran aturan perizinan tidak terulang dan menjadi budaya buruk di Jombang. ”Apabila tidak ada evaluasi dari pemerintahan. Pastinya tidak ada perubahan sama sekali,” pungkas Nurrohman.

Seperti diberitakan sebelumnya, kembali ditemukan aktivitas pembangunan tower yang belum memiliki izin secara lengkap dari dinas terkait. Bahkan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang, memastikan jika izin tower di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto belum memiliki izin secara lengkap.

”Untuk bangunan masih dalam proses. Saat ini masih izin lingkungan saja,” ujar Kepala DPMPTSP Jombang, Ilham Hero Koentjoro.

Ia menegaskan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pekerjaan pembangunan harus segera dihentikan terlebih dahulu sebelum mengantongi izin secara lengkap. ”Ya harus berhenti tidak boleh dilanjutkan,” tegasnya.

Terkait, adanya pembangunan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Jombang untuk melakukan penutupan. ”Ya tentu kita akan koordinasikan dengan Satpol PP untuk melakukan tindakan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, temuan pembangunan tower baru yang masih belum memiliki izin secara lengkap di Desa Jogoroto ini, merupakan peristiwa pelanggaran aturan perizinan yang ke tiga kalinya.

Jika sebelumnya ada pembangunan pondasi tower di Desa Kedungpari yang dihentikan warga lantaran belum memiliki izin. Dan pembangunan tower di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung yang juga belum mengantongi izin, secara lengkap dari dinas terkait.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar