Pelaku penganiayaan saat diamankan Polisi (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Dua Siswa di Sumobito Dihajar Pelajar Mojoagung yang Konvoi

Konvoi pelajar asal salah satu sekolah di Mojoagung saat berhenti di depan sekolah yang ada di Sumobito (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Dua orang pelajar yang sekolah di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mangalami nasib sial.

Pasalnya, dua pelajar yang hendak pulang sekolah ini menjadi sasaran penganiayaan yang dilakukan sekelompok siswa asal salah satu sekolah di Kecamatan Mojoagung.

Alhasil, dua orang pelajar tersebut, babak belur dan sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, untuk mendapat perawatan.

Kapolsek Sumobito, AKP M. Amin menjelaskan peristiwa pengeroyokan ini dialami oleh Muhammad Samsul Huda (19) dan Muhammad Afif Al Aziz (17), pelajar salah satu SMK swasta di Kecamatan Sumobito pada siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, sambung Kapolsek kedua pelajar ini sedang perjalanan pulang sekolah dengan melintasi jalan raya Sumobito-Mojoagung atau tepatnya di Dusun Losari, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito.

Di waktu yang sama, datang dari arah selatan atau arah Kecamatan Mojoagung 20 pelajar yang sedang melakukan konvoi.

Puluhan pelajar dengan seragam sekolah yang dicoret-coret tersebut, mengehentikan laju motor kedua korban karena menghalangi iring-iringan konvoi.

“Jadi sekelompok anak sekolah dengan berkendara roda dua, kurang lebih 20 orang dari arah Mojoagung menuju Sumobito. Berpapasan dengan dua orang anak sekolah dari STM di Sumobito, kemudian berhenti dan terjadi keributan,” terang Kapolsek, pada sejumlah jurnalis, Kamis (08/05/2021).

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, setelah melakukan penganiayaan pada dua korban, puluhan pelajar tersebut langsung melanjutkan konvoinya ke arah simpang tiga Polsek Sumobito.

Lantaran, menjadi korban pengeroyokan, lanjut Kapolsek kedua pelajar tersebut lantas melaporkannya ke kepolisian setempat.

Untuk saat ini kedua korban sedang dirawat di Puskesmas Sumobito karena mengalami luka memar di wajah dan kepala. “Korban luka memar di kepala dan wajah. Akibat dipukul pakai tangan,” paparnya.

Atas kejadian tersebut, aksi penganiayaan oleh sekelompok pelajar ini langsung mendapat penanganan polisi.

Dan saat ini, polisi telah berhasil menangkap dua pelajar yang diduga pelaku pengeroyokan. Mereka adalah Bimo Bimbi (18) dan Gilang Pramudita (20), pelajar salah satu SMK di Kecamatan Mojoagung.

Keduanya saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Sumobito. “Pelaku masih kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar