Proses pembongkaran makam warga Betek, Kecamatan Mojoagung (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Tergerus Aliran Sungai, Sejumlah Makam Warga di Jombang Dipindahkan

Warga saat menunjukkan salah satu makam warga yang sudah dipindahkan (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Akibat tergerus aliran sungai, sejumlah makam warga Desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipindahkan ke area yang lebih aman.

Pemindahan makam ini dilakukan, lantaran, sejumlah makam mengalami kerusakan akibat longsor. Bahkan, ada dua makam yang jenazahnya hanyut terbawa aliran sungai.

Peristiwa pemindahan makam warga ini terjadi di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Dan letak makam tepat berada di samping bibir Sungai Pancir Gunting.

Kondisi TPU ini terlihat sangat memprihatinkan. Betapa tidak, sebagian lahan makam telah longsor akibat gerusan air di Sungai Pancir Gunting.

Menurut keterangan Sarwan (67) warga RT 03/RW 02 Desa Betek, kondisi longsor memaksa warga untuk memindahkan makam ke tempat yang lebih aman.

Ia mengaku terpaksa memindahkan makam ibunya, Romlah, yang meninggal pada tahun 1913. “Dipindahkan karena tanahnya longsor. Tanahnya tergerus air,” ungkap Sarwan pada sejumlah jurnalis, Rabu (07/04/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan lokasi makam ibunya dulu berjarak 4 meter dari tanggul sungai. Namun seiring berjalannya waktu, aliran sungai menggerus tanggul hingga melongsorkan lahan pemakaman. “Kemarin itu jauh jaraknya dari tanggul. Ini sudah kegurus 4 meter,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Betek Utara, Basori membenarkan sejumlah makam dipindahkan warga. Ia merinci, sedikitnya ada 5 makam yang dipindahkan hingga hari ini. “Yang belum dipindahkan ini ada 4. Yang sudah dipindahkan ada 5 makam,” paparnya.

Masih menurut penjelasan Basori, tanah TPU itu sudah tergerus air sejak beberapa tahun lalu. Hal ini terjadi setelah pohon bambu yang ada di bibir sungai hanyut terbawa banjir.

Lantaran, tidak ada penahan tanah, sambung Basori, aliran air yang lewat langsung menggerus lahan pemakaman di sebelah timur sungai. “Disamping itu arusnya deras, kontur tanah yang berpasir juga memudahkan air menggerus tanah,” urai Basori.

Ia menyebut, ada dua makam yang tidak berhasil diselamatkan. Dua makam milik warganya itu hilang akibat tanah makam yang tergerus. “Ini tanggulnya sangat kritis. Dua makam yang sudah hilang,” tegasnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Basori berharap pada pemerintah kabupaten, untuk bisa mencarikan solusi terhadap kondisi tanggul sungai di desanya. Ia mengaku sudah melaporkan hal itu ke Pemkab Jombang. “Ya segera dibuatkan tanggul agar tidak semakin menggerus makam,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar