Kapolres Mojokerto saat menggelar press realese.(Hasan Assegafh/Jurnalmojo)

Pengedar Uang Palsu Rp 40 Juta Di Mojokerto Diringkus Polisi

Barang bukti uang yang diamankan Polisi.(Hasan Assegafh/Jurnalmojo)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Unit Reserse Kriminal Polsek Dlanggu Kabupaten Mojokerto meringkus seorang pengedar uang palsu di kawasan wilayah Mojokerto.

Ia adalah Setiyawan, asal Desa Tukangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Tak tanggung tanggung, dari tangan tersangka, polisi amankan uang pecahan seratus ribu rupiah sebesar Ro 40 juta yang akan diedarkan oleh pelaku.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander dalam press realesnya di Polsek Dlanggu mengatakan, tersangka merupakan pengedar yang hanya menerima dari seseorang yang telah diamankan sebelumnya.

“Yang bersangkutan hanya menerima dan mengedarkan uang tersebut, namun ada beberapa yang sudah kita amankan sudah kami limpahkan ke Polda Jawa Timur,” kata Kapolres.  Senin (01/02/2021) siang.

Tidak hanya meringkus pelaku, polisi juga mengamankan sebuah alat yang digunakan kelompok pembuat uang palsu tersebut.

“Kami juga amankan sebuah alat cetak printer yang sudah mencetak uang palsu ini,” tambahnya.

Dalam melakukan aksinya, modus tersangka yakni dengan cara menyelipkan pecahan uang seratus ribuan ini dibeberapa uang asli.

“Contohnya ada transaksi Rp500.000 akan diselipkan 1 lembar uang palsu pecahan Rp100.000,” jelas Dony.

Untuk itu, Kapolres berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada terkait peredaran uang palsu yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Setiap pelaku usaha diharapkan dapat menyiapkan lampu ultraviolet di masing-masing kios karena sudah ditemukannya uang palsu sebesar 40 juta yang sudah kami proses ini,” pesan Kapolres.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dikenakan pasal 36 ayat 2 dan ayat 3,  pasal 36 dan ayat 2 undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

“Dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun pidana,” tegas Kapolres.(has)

Sementara, dari pengakuan tersangka Setyawan, dirinya hanya diperintah oleh tersangka lain untuk mengedarkan uang tersebut.

“Saya dapat dari seseorang saya antar dan saya yang mendapatkan imbalan 20 persen, baru malam itu saya mengedarkan uang itu,” akunya. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar