Tersangka Bebek saat diamankan Polisi di Polres Jombang (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Polisi Di Jombang, Tangkap Bandar Sabu Jaringan Lapas

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Satreskoba Polres Jombang, Jawa Timur, kembali menangkap bandar narkoba jaringan Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

Kasat Reskoba Polres Jombang AKP M. Mukid mengungkapkan, pihaknya berhasil menangkap Zainal Arifin alias Bebek (44), di sebuah rumah kos Desa Ceweng, Kecamatan Diwek pada Jumat (19/02).

Pria asal Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang itu merupakan bandar sabu yang sudah 4 bulan ini menjajakan barang haram tersebut di kota santri.

Tersangka Bebek ini, lanjut Mukid, ditangkap usai polisi mengamankan pengedarnya bernama Ach Rifai alias Mein pada bulan lalu. “Tersangka Bebek ini DPO (Daftar Pencarian Orang) selama satu bulan. Karena pengedarnya (tersangka Mein, red) sebelumnya berhasil kita tangkap sebulan lalu,” terang Mukid, pada sejumlah jurnalis, Selasa (22/02/2021).

Mukid menegaskan atas penangkapan Bebek ini, polisi berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 9,01 gram. Dan, barang haram tersebut diterima oleh Bebek dari kawannya, DG, yang saat ini masih mendekam di Lapas Pamekasan.

Bebek dan DG saling kenal saat masih sama-sama mendekam di Lapas Kelas IIB Jombang. Bebek baru keluar dari Lapas Jombang 5 bulan lalu, sedangkan BG saat ini dipindahkan ke Lapas Pamekasan.

“Sabu ini dikendalikan dari Lapas Pamekasan oleh DG. Bebek dengan DG saling kenal saat ditahan di Lapas Jombang. DG ini mengendalikan Bebek dari dalam lapas. Barang sabu diranjau di wilayah Mojokerto, kemudian diedarkan oleh tersangka Bebek,” kata Mukid.

Lebih lanjut Mukid menjelaskan, Bebek menerima 10 gram sekali kirim. Dalam sebulan, Bebek bisa sampai 3-4 kali menerima kiriman sabu. Keuntungan yang didapat tersangka sekitar Rp 300 ribu untuk satu gram sabu. Artinya, sekali pengiriman saja pelaku dapat keuntungan hingga Rp 3 juta.

“Atas perbuatannya, pelaku kita kenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar