Pondasi bangunan jalan masuk ke area pembangunan ruko di Desa Kesamben Kecamatan Ngoro (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Pembangunan Ruko Kesamben Dikeluhkan, Ini Kata DPMPTSP Jombang

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Pembangunan ruko (rumah toko) di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang Jawa Timur, terus menyita perhatian publik.

Selain dikeluhkan warga karena mempersempit saluran air. Pembangunan ruko tersebut diduga belum mengantongi izin.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang, Ilaham Hero Koentjoro mengaku sudah melakukan pengecekan berkas atas bangunan ruko tersebut. ”Setelah kami cek, untuk data masih belum ada,” ujar Ilham, Selasa (23/02/2021).

Meski begitu, Ilham mengaku masih belum bisa memastikan apakah pembangunan ruko itu sudah mengantongi izin atau sebaliknya. ”Kita harus cek ke lapangan terlebih dahulu untuk memastikan izinnya,” katanya.

Terkait adanya keluhan warga yang beranggapan pondasi bangunan ruko tersebut telah merusak saluran air. Ilham mengatakan pembangunan seperti itu tidak diperbolehkan justru harus dilakukan perbaikan. “Kalau bisa ya diperbaiki jangan malah dirusak seperti itu,” ucapnya.

Ia menegaskan apabila adanya pembangunan tersebut mempunyai izin. Pastinya pembangunan tidak akan merusak. Karena sudah ada rekomendasi dari dinas terkait.

”Pastinya kalau ada izin. Pembangunan itu ada rekomendasi. Itu bangunannya seperti apa. Kalau diatas saluran air itu seperti apa. Ada rekomnya,” paparnya.

Untuk itu, sambung Ilham, pembangunan harus mempunyai izin. Jangan sampai melakukan pembangunan terlebih dahulu sebelum mengurus izin.

”Kalau tidak sesuai nanti dengan rekomendasinya kan malah salah. Makanya izin harus dilengkapi terlebih dahulu,” tegasnya.

Dirinya mengungkapkan, apabila setelah ditinjau ke lokasi. Akan tetapi, belum mengurus izin. Maka pembangunan akan dihentikan terlebih dahulu. ”Tentu kita akan hentikan apabila memang bangunan itu nantinya tidak ada izin,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan ruko di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro dikeluhkan warga. Menyusul aktivitas pembangunan diduga merusak saluran air.
“Infonya itu untuk pembangunan ruko,” ujar Lukman warga sekitar.

Bukannya tanpa alasan, salah satu yang menjadikan polemik di warga dampak pembangunan diduga merusak saluran air. Dikhawatirkan saluran menjadi tidak berfungsi maksimal. “Ya kalau mengecil kan air menjadi tidak lancar. Kan itu menyempit,” ungkapnya.

Diungkapkannya, pembangunan ruko itu terbilang cukup baru. Dirinya memperkirakan bangunan itu baru dimulai sekitar bulan kemarin. “Kalau bangunannya sih masih baru. Itu saja masih buat pagar belakang,” tegasnya.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar