Iring iringan kelompok PSHT.(Hasan Assegafh/Jurnalmojo)

Tuntut Aksi Pemukulan Anggota PSHT, Ratusan Pendekar Geruduk Polsek Dawarblandong

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi.(Hasan Assegafh/Jurnalmojo)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com)

Seratus lebih pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Dawarblandong gabungan dari Kabupaten Lamongan, geruduk kantor Polsek Dawarblandong, Mojokerto, Kamis (21/01/2021) malam.

Mereka yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua ini, sempat dihentikan petugas Polsek Dawarblandong sebelum sampai di depan Polsek.

Informasi yang diterima, massa menuntut agar pelaku pemukulan terhadap salah satu warga PSHT Yan Darmadi Suriestan (34). Korban merupakan warga Gangsiran Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang kos di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Di lokasi kejadian, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi membenarkan, adanya iring-iringan dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam PSHT.

“Kami dari Polresta Mojokerto bersama Polsek jajaran saling back-up, kebetulan di daerah Dawarblandong ada iring-iringan pemuda yang diketahui berangkat dari Lamongan. Tujuannya mencari partisipasi salah seorang rekannya yang menjadi korban penganiayaan,” ungkapnya, Kamis (21/01/2021) malam.

Deddy menambahkan, petugas dari Polres maupun Kodim 0815 bersiaga dilokasi, sehingga tidak sampai terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

“Ahamdulillah, sekira pukul 20.00 WIB tadi mereka datangnya, kemudian pukul 21.30 WIB selesai dan sudah dilakukan penyisiran baik dari arah utara maupun arah ke barat, tidak ada lagi kelompok atau pemuda yang dari Lamongan tadi,” jelasnya.

Menurut Kapolres, korban telah membuat laporan polisi dan dari Unit Reskrim Polsek Dawarblandong sudah merampungkan bukti-bukti untuk dilakukan proses terhadap kasus penganiayaan tersebut.

“Namun ada salah miss informasi yang diterima oleh kelompok Lamongan sehingga mendatangi ke Dawarblandong mencari calon pelaku,” tambah Kapolres.

Masih kata Deddy, sebelumnya sempat terjadi penganiayaan yang mengakibatkan salah seorang anggota PSHT yang mengalami luka sobek di pelipis kiri akibat benda tumpul dan dilakukan perawatan di puskesmas Dawarblandong.

“Yang jelas dari Unit Polsek Dawarblandong dibantu polres melakukan penindakan terhadap calon tersangka,” katanya.

Guna mengantisiasi hal serupa, Kapolres menegaskan akan segera memback up perkara tersebut, sehingga jajaran dapat segera menangkap calon tersangka tersebut.

“Yang jelas kita tetap proses,” pungkas Dedy. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar