Jalanan desa yang jadi licin yang diberi rambu peringatan (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Pembangunan Kandang Ayam di Bareng Belum Kantongi Izin

 

Rambu peringatan disekitar lokasi pembangunan kandang ayam (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Pembangunan kandang ayam di Dusun Tanggalrejo, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Jombang Jawa Timur, ternyata belum miliki izin secara lengkap dari dinas terkait.

Selain tak miliki izin, aktivitas pengurukan di wilayah tersebut dikeluhkan warga karena membuat jalanan sekitar licin.

Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang, Ilham Hero Koentjoro mengklaim dokumen pembangunan kandang ayam masih dalam proses alias izin belum terbit. ”Memang pemilik sudah mendaftar di OSS (Online Single Submission). Izin masih dalam proses,” ungkap Ilham pada sejumlah jurnalis, Kamis (14/01/2021).

Ia mengatakan jika proses perizinan itu masih belum menerbitkan izin pemanfaatan ruang (IPR). Untuk itu, seharusnya pihak pengusaha tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan apapun meski hanya pengurukan lahan saja. ”Ya mestinya tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan jika hal ini, dikarenakan masih belum diketahuinya secara pasti, apakah lahan yang digunakan pengusaha sudah sesuai dengan zonasi yang diperuntukan.

”Kan itu masih belum tahu apakah sudah sesuai zonasi atau sebaliknya. Itu harus diverifikasi terlebih dahulu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” paparnya.

Untuk itu, ia berharap agar pekerjaan di lapangan seharusnya dihentikan terlebih dahulu sebelum mengantongi izin yang lengkap. ”Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk meninjau lokasi pembangunan kandang ayam tersebut,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan pengurukan lahan untuk pembangunan kandang ayam di Dusun Tegalrejo, Desa Bareng, Kecamatan Bareng dikeluhkan warga sekitar.

Pasalnya, banyaknya ceceran matrial tanah urug di jalan yang mengakibatkan permukaan jalan licin dan membahayakan pengguna jalan.

Apalagi, saat terkena air hujan, sisa-sisa tanah urug pun lengket dipermukaan aspal. Akibatnya jalanan menjadi licin. “Bahaya sekali, bisa celakakan pengguna jalan,” kata W, salah satu warga sekitar, yang namanya enggan dipublikasikan. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar