Presiden ACT Ibnu Khajar sedang memaparkan sejumlah program dalam acara launching Bangkitka Sejatinya Bangsa via zoom, Kamis (14/1/2021). (FOTO/IST)

ACT Luncurkan Program Bangkitkan Sejatinya Bangsa

SURABAYA (jurnalMojo.com) — Memasuki tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga mereda. Dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan semakin meluas. Hal ini membuat Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berikhtiar merancang inovasi program.

Sebagai upaya untuk menyelesaikan problematika bersama seluruh elemen bangsa, ACT meluncurkan program Bangkitkan Sejatinya Bangsa, Kamis  (14/1/2021). Lewat konferensi pers via zoom, acara itu dihadiri oleh sejumlah ulama muda dan para kyai.

Ibnu Khajar, Presiden ACT, mengatakan, tema ini lahir dari sebuah kesadaran terhadap berbagai permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia. Sehingga, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bahu membahu bangkit dari keterpurukan.

“Kami merupakan lembaga yang berfokus di bidang pangan, yang mana mencakup banyak hajat orang. Untuk memastikan kontribusi kedaulatan pangan, kami memerlukan kolaborasi bersama. Terutama di dunia ulama dan pesantren,” ucapnya.

Pergerakan tersebut ditandai dengan menanam bibit bibit unggul dan produktif di 500 hektar wakaf sawah di Jawa Timur. Menurut Ibnu, Jatim merupakan tempatnya melahirkan banyak ulama dan pesantren. Rencananya, ACT akan bekerja sama dengan masyarakat untuk mewakafkan sawahnya sebanyak 10 hektar.

“Bibit bibit itu merupakan hasil kerjasama dengan profesor. Sehingga ketika ditanam bisa menghasilkan belasan ton. Jadi bisa berkontribusi kepada bangsa,” tegasnya.

Selain program Wakaf Sawah, ACT juga memiliki program Wakaf Ekonomi Produktif, Wakaf Air Produktif, dan Pasarsedekah.com. Wakaf Ekonomi produktif merupakan program yang mampu menggerakkan kembali roda usaha mikro, kecil, dan menengah yang terdampak pandemi.

Sementara itu, Rini Mariyani, Vice Presiden ACT, menambahkan, lewat Pasarsedekah.com adalah kegiatan berjualan pun dapat diselingi dengan memberi. Penjual dan pembeli tidak hanya saling memberi manfaat di antara keduanya, namun juga untuk orang lain yang membutuhkan di luar sana.

“Selain lewat online, juga tersedia via offline. Ada 61 cabang yang rencana akan kami tambah menjadi 200 cabang untuk bisa bertransaksi,” jelas Rini.

Terpisah, Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin, berharap, melalui program itu bisa mencerminkan kepribadian bangsa indonesia yang humanis, adil dan beradab, sesuai dengan pancasila.

“Tahun 2021 buat ACT adalah tahun pembuktian totalitas dan edukasi agar bisa menggerakkan bangsa yang akan menjadi energi, serta keteladanan nyata. Program yang dibuat harus menjawab dengan nyata persoalan yang menyerang bangsa. Semoga bisa menginspirasi sukses dan membangkitkan bangsa,” pungkasnya. (nto/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar