Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang bersama TNI Polri pasca rakor penegakan prokes. (Tammim/Jurnalmojo)

Sejumlah OPD di Sampang Akan Menjadi Target Operasi Yustisi Penegakan Prokes

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Masih minimnya kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Gugus Tugas Covid-19 berencana akan melakukan operasi yustisi dengan menyasar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten H. Yuliadi Setiawan saat Rapat Koordinasi Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) dan Persiapan Vaksinasi di Aula Mini Pemkab, Selasa (12/1/2021).

Digelarnya operasi yustisi tersebut menurut pria yang akrab disapa Wawan itu agar menjadi cermin yang baik sehingga adanya protokol kesehatan di Kabupaten Sampang benar-benar ditegakkan.

“Kedepan, dalam operasi yustisi akan juga menyasar OPD dan juga blusukan ke tempat yang berkerumun ramai seperti minimarket,” ucapnya.

Selain itu pihaknya mempunyai keinginan kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Denda yang akan kami pungut sebesar 50 ribu untuk ASN dan untuk masyarakat biasa 25 ribu,” tegasnya.

Lanjutnya, Yuliadi Setiawan berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan kabar hoax bahaya vaksin di media sosial.

Untuk vaksin sinovac pihaknya mengklaim tidak berbahaya bahkan untuk vaksin sinovac orang nomer satu di Indonesia telah melakukan penyuntikan dan tahap selanjutnya tingkat Provinsi lalu Kabupaten.

“Dari itu mari patuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjauhi kerumunan jangan lupa selalu mencuci tangan agar seberan Covid-19 bisa dikendalikan,” harapnya.

“Bahkan pihaknya sudah melakukan rakor bersama Tim Satgas untuk persiapan vaksinasi di Kabupaten Sampang. Adapun vaksinasi diawali tenaga kesehatan dilanjutkan TNI POLRI,” timpalnya.

Ditempat yang sama Agus Mulyadi PLT Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan telah menyiapkan upaya untuk vaksinasi di Kabupaten Sampang telah menjadwalkan.

“Pendistribusian vaksinasi tetap bertahap pertama tenaga kesehatan dan TNI POLRI, untuk tahap kedua sasarannya petugas pelayanan publik,” tandasnya. (tmm/jek)

 

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar