Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat menceritakan pengalamannya terpapar covid-19 (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Sempat Jadi Penyintas Covid-19, Ini Cerita Bupati Jombang

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Setelah sebulan mendapatkan perawatan dokter, lantaran terpapar covid-19, Bupati Jombang, Jawa Timur, Hj Mundjidah Wahab, akhirnya dinyatakan sembuh, dengan hasil swab tes negative.

Usai sembuh, orang nomor satu di Jombang ini, membagikan kisahnya saat pertama kali terpapar covid-19. Bupati juga mencerikan, bagaimana upayanya menjalani hari-harinya pasca dinyatakan terpapar covid-19.

Bupati menceritakan, awal terpaparnya ini bermula saat Bupati menjalani rangkaian kegiatan yang sangat padat, hingga menguras energy. “Jadi gini mas ceritanya, kegiatan sangat terforsir dari cuti 28 Oktober saya kegiatan muslimat rakernas di Batu, selesai itu kemudian saya, Minggu sore berangkat ke Solo, pagi pulang sore ke Solo ada diklat BKD,” terang Bupati.

Setelah itu, sambung Bupati, kegiatan berlanjut dengan DPR. Setelah itu ada jadwal silturahim keluarga di Jogja. “Sesampainya di Jogja saya balik ke jombang persiapan presentasi RTRW di Jakarta dan langsung lanjut, kembali ke jombang, untuk persiapkan presentasi untuk layanan publik dengan Kominfo,” ungkap Bupati.

Bupati mengaku, setelah mengikuti rangkaian kegiatan itu, ia mulai mengalami lemas-lemas, lantaran kurang istirahat. “Capek-capek biasa ngga ada batuk, pusing, ngga ada apa-apa, setelah itu swab dari RSUD Jombang, tanggal 13 November,” ucapnya.

Setelah swab tes, dan hasilnya keluar, sambung Bupati, diketahui hasilnya positif. Dan muncul gejala-gejala diare. “Jadi agak lemah ada diare sedikit, kemudian setelah itu isolasi dirumah dinas 10 hari tapi kondisi masih kurang, saya minta isolasi ke surabaya dokter sutomo,” kata Bupati.

Bupati mengatakan bahwa Gubernur, juga sempat memberikan arahan agar Bupati menjalani perawatan di RS dr Soetomo Surabaya. “Bu Gubernur selalu menyarankan ke dr sutomo ada untuk isolasi, itu ada yang ringan, sedang dan berat. Saya termasuk yang ringan,” ujar Bupati.

Masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), Bupati selanjutnya menjalani swab ke dua kalinya. Yakni tanggal 24 November. Dan hasilnya masih positif. Bupati selanjutnya menjalani isolasi sendirian, di ruang isolasi RS dr Soetomo. “Saya satu kamar sendiri dan alhamdulillah screening brsih,” ungkap Bupati.

Bupati mengatakan bahwa ia menjalani swab tes, 5 hari sekali. Bupati menyebut, setelah dokter menyatakan kesehatannya pulih. Berdasarkan hasil swab tes 8 Desember. Selanjutnya Bupati diperbolehkan pulang. Setelah pulang, selang 5 hari, Bupati diswab di RSUD, kemudian hasilnya negative.

“Alhamdulillah jadi dengan dmikian maka yang penting kita semua harus menjaga istirahat yang cukup, makan cukup olahraga dan prokes ini wajib,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati menegaskan jika terpapar covid-19, warga diminta harus semangat dan tidak berkecil hati. Selain itu, harus patuh terhadap petunjuk dokter. Namun, yang paling penting adalah taat pada protocol kesehatan.

“Saya harap masyarakat ini taat ikuti prokes, masyarakat harus jaga karak, karena tidak tahu antrara kit. Untuk itu saya harapkan bener-benar menjaga, olahraga,” tukas Bupati. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar