M. Sholeh, SH, Kuasa Hukum IKBAR saat menunjukan surat laporan polisi. (Hasan Assegaf/jurnalMojo.com)

Tim Pemenangan IKBAR Laporkan Penyebar Video Mobil Penuh Uang dan Coretan Ke Polda Jatim

MOJOKERTO (jurnalMojo.com)

Tim pemenangan paslon cabup-cawabup nomer urut 1, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (IKBAR) akan menuntut para oknum yang telah sengaja mengedit video mobil penuh uang yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Dalam editan video yang tersebar di media sosial tersebut, memperlihatkan sebuah video cabup IKBAR sedang mencoret coret mobil dan dilanjutkan dengan penandatanganan serta menunjukan sebuah video mobil penuh coretan dan uang milik salah tim pemenangan, Najib Alfalaq.

Melihat adanya unsur Undang Undang ITE yang dilanggar, Ketua Tim pemenangan IKBAR, Santoso, melaporkan kejadian ini ke Subdit Siber Polda Jatim, Senin (12/10/20202) lalu.

Didampingi kuasa hukumnya, M Sholeh mengatakan, jika dirinya menyampaikan hal ini dilakukan oleh tim pemenangan IKBAR lantaran memberikan efek jera terhadap para pengguna media sosial.

“Kejadian ini agar menjadi pelajaran, tidak diikuti oleh orang lain. Ini tidak hanya soal pilkada, ini tidak hanya soal politik, siapa pun jangan menghina dengan menulis di medsos, itu dampaknya luar biasa,” kata Sholeh. Kamis, (15/10/2020) sore.

Sholeh menyebut, pihaknya telah mengantongi nama oknum yang sengaja menyebarkan dan mengedit video tersebut. Namun, ia tidak mengetahui pasti motif dari ia melakukanya.

“Saya tidak tahu Boga itu pendukungnya nomor 1, 2, 3, tapi tentunya motif ini kalau mau membela tim IKBAR itu tidak mungkin membuat video seperti itu. Maka tentu mereka ini adalah lawan politik,” tegasnya.

Selain akan melaporkan pihak yang menyebarkan video tersebut, lanjut Sholeh, pihaknya akan melaporkan juga akun yang berkomentar buruk tentang video di media sosial.

“Yang lainnya itu yang berkomentar dengan nada negatif juga ikut dilaporkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan IKBAR, Santoso, menuturkan, jika ia merasa dirugikan atas kejadian ini.

“Secara politik kami dirugikan, kita harus menjawab hal-hal yang tidak perlu sehingga kita kehabisan energi hanya untuk mengatasi persoalan-persoalan seperti ini,” ucap anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari PAN ini. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar