Salah satu pemulung kardus yang merasakan dampak adanya Covid-19. (Tammim/Jurnalmojo)

Pandemi Covid-19, Pemulung dan Pengepul Sampah di Sampang Menjerit

Salah satu lokasi pengepul daur ulang yang saat ini sepi dari aktivitas.
(Tammim/Jurnalmojo)

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Semenjak mewabahnya Covid-19 di Indonesia, para pemulung dan pengusaha daur ulang merasakan dampak dari virus dari China tersebut.

Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa mewabahnya Covid-19 ini juga memberikan dampak yang tidak diharapkan seperti merosotnya ekonomi pengusaha hingga persoalan sampah.

Seperti yang diungkapkan oleh pengusaha daur ulang plastik di Desa Daleman Kecamatan Kedungdung Rifqi Harianto pada jurnalmojo.com, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini mengaku banyak menerima keluhan dari pemulung yang tidak bisa jual plastiknya karena tempat daur ulangnya tutup dan lokasi industri untuk sementara tak melakukan pembelian plastik dulu.

“Pemulung sebagai garda terdepan pengumpul plastik jelas terkena dampaknya apalagi di era pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat merubah cara belanjanya secara online penggunaan plastik pun otomatis meningkat,” ujarnya.

Bahkan potensi membludaknya sampah plastik akan terjadi di era pandemi, terutama perlengkapan medis seperti masker, sarung tangan, APD, botol sanitizer, dan lainnya.

“Itupun saya pernah menemukan sampah berupa masker, sarung tangan, botol sanitizer, dan botol bekas infus. Karena itu sangat membahayakan akhirnya saya rela untuk menutupnya,” ungkapnya, kamis, (13/8/2020).

Hal senada juga di ungkapkan oleh Saiful sebagai pemulung yang sudah beberapa bulan ini tidak bisa menjual hasil pencariannya.

“Apalagi tempat daur ulang yang tidak jauh dari rumah ini sudah lama nutup mas, sulit mencari penghasilan karena ini pekerjaan satau-satunya,” ujarnya.

Pihaknya harap Pemerintah juga tahu persoalan masyarakat kecil seperti pemulung, karena meski pandemi Covid-19 ini berlanjut tanggung jawab seorang kepala rumah tangga tidak mengurangi.

“Yang ada semakin menambah beban, ya akibat daur ulang tutup saya harus giat untuk menafkahi keluarga,” tandasnya. (tmm/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar