Petugas BPBD Kab Mojokerto saat mengirimkan air bersih ke Desa Kunjorowesi, Ngoro. (Hasan Assegaf/jurnalMojo.com)

Awal Bulan Agustus, Beberapa Desa di Mojokerto Mulai Kesulitan Air Bersih

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Kemarau panjang diawal bulan Agustus, sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengalami kekurangan sumber air bersih.

Kepada jurnalMojo.com, Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, pihaknya membenarkan adanya kekeringan serta kekurangan air bersih di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Ya saat ini yang berdampak kekeringan adalah Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro,” ungkapnya.

Guna meringankan, pihaknya telah berupaya menyuplai air bersih melalui mobil tangki air yang dikirimkan di setiap desa yang terdampak.

“Suplai air bersih sudah dilakulan sejak awal bulan Agustus 2020. Diantaranya di wilayah Ngoro tepatnya di Dusun Telaga,” ungkapnya.

Melalui prediksi BMKG pusat, bahwasanya Kabupaten Mojokerto telah ditetapkan kawasan langganan bencana kekeringan air bersih.

“Penetapan tanggap darurat bencana kekeringan sudah diajukan pada 04 Agustus kemarin,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap musim kemarau yang panjang.

“Mudah-mudahan Minggu ini selesai,
daerah yang lain merupakan prediksi berdasarkan pengalaman yang lalu dan hasil mitigasi, namun saat ini belum terdampak,” pungkasnya.(has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar