Muhammad Hasan Bisri saat melayani pembeli. (Hasan Assegaf/jurnalMojo.com)

Berkah Idul Adha, Penjual Pentol Beralih Jualan Arang di Ngoro

Salah seorang pembeli arang. (Hasan Assegaf/jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com)

Di tengah pandemi covid-19 dan hari raya Idul Adha 1441 H. Ada banyak cara memanfaatkan pundi pundi perekonomian, seperti yang dilakukan salah seorang ayah dua anak di Kecamatan Ngoro ini.

Adalah Muhammad Hasan Bisri (37). Dia memanfaatkan momen Idul Adha ini dengan berjualan arang bakar di Jalan Pasar Sedati Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Alhasil, semenjak hari pertama perayaan hari raya Idul Adha, dirinya mampu menjual hingga seratus bungkus arang yang dijualnya dengan harga seribu rupiah per bungkusnya.

“Sehari langsung habis seratus bungkus, rata-rata pembeli membeli 5-10 bungkus,” ungkapnya, Sabtu (01/07/2020) siang.

Dari penghasilan penjualannya tersebut, Hasan menyimpulkan mendapatkan keuntungan tambahan, dari sebelumnya ia berjualan pentol di halaman rumahnya.

“Ya untungnya lumayan buat tambahanlah mas,” ucapnya sambil tersenyum.

Masih kata pria yang aktif di dunia relawan ini, bahkan hingga hari kedua perayaan hari raya pun arang yang dijualnya masih diminati pelanggan.

Bahkan, sampai menolak pembeli, lantaran stok arang mendapatkan keterlambatan pengiriman dari pengepul yang mengirimkannya.

“Tadi pagi itu sampai menolak pembeli, karena barangnya datang telat, Alhamdulillah langsung dikirim,” terang salah satu anggota Banser di Ngoro ini.

Tak butuh tempat yang luas untuk menjajakan tumpukan arang yang dijualnya, cukup dengan menumpuk diatas bagian rombong pentolnya tersebut.

Meski dinilai menghasilkan, ia tak hanya mengandalkan penjualan pentol saja, menurut pengakuanya, kesibukan sehari harinya membuka toko peracangan dan atribut sekolah.

“Ya gak jual arang saja lah, ada toko dan pernak penik keterampilan seperti gantungan kunci, bordir dan cetak plat nomer,” tuturnya.

Sementara itu, Fuad (23) salah satu pembeli arang mengaku, sengaja membeli arang untuk membakar daging hasil pembagian qurban di rumahnya.

“Ya untuk bakar bakar sate daging qurban mas,” pungkasnya. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar