Bekas Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) saat duduk di kursi persidangan tipikor (Foto/IST)

Jaksa KPK Marah, Soal Kesaksian Palsu MKP Di Sidang Tipikor

SURABAYA (jurnalMojo.com) — Setelah sekian lama tak didengar publik, kini mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) dikabarkan terancam pasal kesaksian palsu dalam persidangan yang digelar di pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (29/07/2020) kemarin.

MKP yang tak lain suami Ikfina Fatmawati itu dihadirkan ke persidangan terkait kasus dugaan gratifikasi yang menimpa Ir.Zaenal Abidin M.M.T, mantan Kepala Dinas PUPR.

Dalam keterangan salah satu saksi, terkait 6 paket proyek jumbo yang di Kabupaten Mojokerto tahun 2015 lalu bersama Bejo Utomo kordinator proyek dari Malang.

Informasi yang diterima dari saksi Herdrawan Manusama, bahwasanya uang dari enam paket proyek yang diterima MKP mencapai Rp. 2,5 Milyar, dan uang setoran mingguan diterimanya dalam meja ruang kerja Bupati saat ia menjabat lalu.

Namun, hal ini disangkal oleh MKP. Menurutnya, dirinya hanya sebatas kenal, MKP menjelaskan bahwa itu tidak benar dan dirinya ketemu dengan Hendrawan hanya sekali saja.

“Demi allah yang mulia saya hanya ketemu satu kali dengan Hendrawan Manusama,” terangnya.

Selanjutnya, Majelis Hakim mengingatkan ke saksi untuk bicara jujur karena sudah di sumpah, Majelis Hakim melontarkan bahwa semua saksi memberi keterangan kalau mengarah ke terdakwa (MKP).

”Sebaiknya bicara aja apa adanya,?? terus mengenai uang setoran mingguan dari para kepala Dinas gimana,” tanya salah satu majelis hakim kepada MKP.

“Uang tersebut yang menerima Rohmadi yang mulia, dan bukan saya dan karena Rohmadi itu orang e dekat dengan saya, sehingga banyak pejabat yang mau memberi bantuan buat kegiatannya yang mulia,” jawab MKP dengan memakai masker serta pelindung wajah sesuai protokol kesehatan.

Melihat MKP berbelit saat dicerca pertanyaan, Ketua Majelis Hakim H.Dede Suryaman S.H. M.H naik pitam, sehingga dirinya menyampaikan jika MKP harus dinaikan ke status keterangan palsu.

“Pak Jaksa, karena keterangan saksi ini berbelit-belit dan ngak masuk akal tolong naikan status keterangan palsu saksi ini” sambil menunjuk MKP.

Saksi lainya dalam sidang lanjutan Kasus Gratifikasi mantan Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto Ir.Zaenal Abidin S.T, M.MT. adalah Bejo Utomo kontraktor asal Malang yang di tahun 2015 awal sebagai kordinator rekanan.

Sementara itu, penasehat Hukum Ir Zaenal Abidin M.M.T, Drs.Ben.D. Hadjon, S.H menegaskan bahwa keterangan menyangkut kesaksian tadi, tidak memenuhi unsur pembuktian semuanya hanya berdasarkan katanya saja. Menurut Zainal, pihaknya akan menghadirkan 1 orang saksi meringkankan serta 1 saksi ahli pidana

“Ahli Pidana yang akan menjelaskan nilai pembuktian, khususnya tentang hakekat dari nilai pembuktian berdasarkan dari keterangan saksi,” pungkas Hadjon. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar