Kantor kelurahan Kepanjen, Jombang (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Kasus Dugaan Korupsi Mantan Lurah Kepanjen, Ini Kata Dewan

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Kasus dugaan korupsi uang aset kelurahan yang melilit mantan lurah Kepanjen, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang Jawa Timur, mendapat perhatian dari wakil rakyat di gedung DPRD Jombang.

Bahkan, kalangan dewan mendorong kasus dugaan korupsi uang sewa aset Kelurahan Kepanjen, segera dituntaskan.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Jombang, Kartiyono, untuk saat ini berkas kasus sudah dikirim Polisi ke Kejaksaan. Untuk itu, kejaksaan harus segera menindaklanjuti agar proses hukum cepat selesai.

“Kami sangat mendukung langkah pihak berwajib yang sudah mengusut kasus ini,” ujar Kartiyono, Senin (20/07/2020).

Lebih lanjut ia berharap agar kajian berkas yang dilakukan Kejari hendaknya tidak terlalu lama. Apalagi penetapan tersangka terhadap oknum lurah juga sudah dilakukan.

“Apabila sudah menetapkan tersangka tentu sudah mempunyai bukti kuat,” ungkapnya.

Masih menurut penjelasan Kartiyono, untuk itu proses hukum harus tetap berjalan lantaran penindakan kasus dugaan korupsi, tidak memandang bulu apakah aparatur sipil negara (ASN) atau tidak.

Semua harus mendapat hukuman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau memang tidak terbukti, maka harus disampaikan ke publik. Sehingga masyarakat juga tahu,” katanya.

Bukan hanya kasus uang sewa aset kelurahan yang tidak disetor ke kas daerah, kasus dugaan korupsi lainnya juga harus disampaikan ke masyarakat.

“Sehingga masyarakat tidak berpendapat macam-macam yang menganalisa sendiri,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Jombang melakukan penyelidikan terkait dugaan penggelapan uang sewa tanah kas milik Kelurahan Kepanjen Jombang.

Kini, eks Lurah Kepanjen sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berkas kasus ini telah masuk ke Kantor Kejari Jombang.

Mencuatnya kasus dugaan korupsi ini bermula dari adanya laporan warga yang mencurigakan atas transaksi keuangan di Kelurahan Kepanjen 2019 lalu.

Dimana lurah menyewakan tanah yang berupa sawah ke orang lain, namun uangnya tidak diserahkan ke kas daerah.

Tak tanggung-tanggung, ada 21 bidang tanah kas milik Kelurahan Kepanjen dengan luas total 72 ribu meter persegi. Luas tanah tersebut disewakan kepada orang lain.

Lokasi tanah yang disewakan menyebar di sejumlah tempat. Sebagian di Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek dan sebagian tanah di Desa Banjardowo Kecamatan Jombang. Nilai sewa di sejumlah titik itupun bervariasi. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar