Suasana hearing komisi C DPRD Jombang dengan direktur RSUD Jombang dan Ploso (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Proyek Pembangunan Gedung Terganggu, Dewan Panggil Direktur RSUD Jombang dan Ploso

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Melalui hearing, Komisi C DPRD Jombang, Jawa Timur, mempertanyakan pekerjaan proyek pembangunan, di RSUD Jombang maupun Ploso. Bahkan, dewan juga pertanyaan pembangunan Puskesmas.

Pasalnya, banyak proyek yang terganggu bahkan batal karena dampak Covid-19 di kota santri.

“Kami ingin menanyakan kegiatan fisik masing-masing (Puskesmas, RSUD Jombang dan Ploso, Red) apakah masih berjalan atau seperti apa,” ujar Ketua Komisi C DPRD Jombang, Choirul Anam pada sejumlah jurnalis, Selasa (30/06/2020).

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan jika dari hasil paparan hearing tadi, beberapa proyek sudah masuk tahap lelang. Bahkan, seperti proyek puskesmas sudah ditentukan pemenang lelang. ”Tadi puskesmas sudah ditentukan pemenang lelang,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pihak-pihak terkait harus mengaca pada pembangunan tahun lalu, seperti Puskesmas Mojowarno dan Puskesmas Peterongan yang ada permasalahan.

Sehingga, sambung Choirul, wakil rakyat berharap pada pembangunan tahap dua ini bisa diselesaikan dengan baik oleh pihak pemenang lelang.

”Karena kami sangat kecewa dengan hasil audit inspektorat yang hanya menyatakan tidak puas dengan pekerjaan pelaksana. Padahal nyatanya di lapangan banyak temuan. Harusnya medapatkan tindakan lebih tegas lagi,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Choirul, komisi C DPRD Jombang akan mengawal kegiatan proyek pada tahun 2020 ini.

”Terlebih lagi sekarang sudah memasuki pertengahan bulan kami tidak ingin pekerjaan ada yang molor,” katanya.

Sedangkan, untuk pekerjaan di RSUD Jombang nampaknya sudah on progress. Hanya saja, diaukinya dirinya masih belum menanyakan jembatan yang menelan anggaran ratusan juta tersebut.

”Tadi karena rapat gabungan sehingga belum bisa fokus, rencana kami akan tanyakan lagi untuk bangunan jembatan yang menelan sekitar Rp 180 juta itu,” pungkasnya.

Sementara itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Puskesmas Peterongan, Wahyu Sri Harini dalam hearing menyebutkan, dari hasil audit inspektorat pelaksana harus memperbaiki beberapa item.

“Ada beberapa item yang harus diperbaiki pada tahun kemarin, seperti dinding yang tidak siku dan lain sebagainya,” tukasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar