Suasana hearing di ruang rapat paripurna gedung DPRD Jombang (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Penanganan Covid-19 di Jombang Amburadul, Dewan Panggil Dinas Terkait

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Masih tingginya angka persebaran virus Covid-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat perhatian dari wakil rakyat di gedung DPRD Jombang.

Bahkan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Jombang, terkesan amburadul. Hal ini membuat Komisi C dan D DPRD Kabupaten Jombang memanggil Dinas Kesehatan.

Menurut penjelasan anggota Komisi D DPRD Jombang, Mustofa, para wakil rakyat ingin mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan Covid-19.

“Kami menilai sampai saat ini penanganan Covid-19 belum optimal. Maka, kami mendesak adanya perubahan sekaligus terobosan dalam penanganan,” ujar Mustofa, pada sejumlah jurnalis, Selasa (30/06/2020).

Lebih lanjut politisi PKS ini mengakui jika sejauh ini tindakan yang telah diambil tim gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 terkesan monoton.

Bahkan tindakan hanya berpusat pada tracing, namun tanpa dibarengi dengan penanganan untuk kesembuhan. Pihaknya berkeyakinan, justru berpaku pada tindakan pencegahan.

“Akhirnya kita hanya besar di angka dengan tracing yang terus dilakukan. Namun sayang tidak dibarengi dengan adanya penanganan, padahal jumlah angkanya kini telah mencapai 255 orang,” tegasnya.

Ia menyayangkan dengan ketersediaan anggaran yang sudah cukup besar. Harusnya dapat dialokasikan untuk membuat terobosan dalam hal tindakan. Mulai dari menyediakan ruang atau tempat isolasi, serta menggandeng rumah sakit swasta untuk turut serta.

“Harus kita akui jika rumah sakit swasta yang mau turut serta awalnya justru tidak ada. Baru setelah kita berikan warning, mereka tergerak untuk berperan dalam penanganan,” ungkapnya.

Untuk itu, sambung Mustofa, melalui hearing ini anggota dewan menekankan jangan hanya berkutat pada sisi pencegahan. Tapi juga penanganan bagi yang telah menjalani tracing yang dilakukan secara besar-besaran.

“Setelah tracing besar-besaran, lalu apa tindak lanjut yang telah dilakukan. Maka sudah waktunya kita harus berkonsentrasi dalam penanganan, bukan hanya pada sisi pencegahan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Jombang, Subandriyah mengklaim jika pihaknya hanya memiliki tugas empat tindakan. Masing-masing yaitu promotif, preventif, testing, tracing.

Sedangkan untuk tahapan treatment atau perawatan, sudah kewenangan RSUD. “Sejauh ini apa yang dilakukan dinkes, sudah sesuai dengan ketentuan. Karena penanganan yang telah diatur, hanya 4 tahapan mulai dari promotif, preventif, testing, tracing,” ucapnya.

Ia mengaku jika Dinkes telah melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan awal. Mulai dengan tracing dengan cara menggelar rapit test massal yang dilakukan secara besar-besaran selama ini.

“Tujuan tracing dari awal yakni memutus mata rantai penyebaran virus. Sekaligus juga mengajarkan kepada masyarakat tenang pentingnya mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar