Bakal Calon Wali Kota Surabaya, KH Zahrul Azhar Asumta, atau akrab disapa dengan panggilan Gus Hans (Foto/IST)

Pilwali Surabaya, Bakal Calon Wali Kota Gunakan Medsos Untuk Dekat Dengan Masyarakat

SURABAYA (jurnalMojo.com) — Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 19 Kabupaten atau Kota di Jawa Timur akan terasa berbeda. Para kandidat dan tim relawan tidak bisa bergerak secara bebas ditengah pandemi Covid 19.

Mereka pun harus cari cara agar bisa menyapa pendukungnya, dengan tidak melanggar protokol kesehatan pencegahan virus corona. Salah satunya adalah Bakal Calon Wali kota Surabaya, KH Zahrul Azhar Asumta.

Pria berusia 46 tahun atau akrab disapa dengan panggilan Gus Hans ini mengatakan, akan semaksimal mungkin dilakukan melalui media sosial. Tim ini terdiri dari masing masing relawan, mahasiswa, kaum milenial dan tokoh masyarakat.

“Kepada tim medsos saya himbau agar jaga perasaan serta berempati kepada masyarakat. Mereka kami optimalkan untuk menghasilkan konten yang bisa menyapa masyarakat,” ujar Warga Gayungsari Barat tersebut, saat ditemui di kediamannya, Senin pagi (29/6/2020).

Pria yang identik dengan kopiah warna hitam itu juga mengaku, tidak setuju dengan pelaksanaan Pilkada secara serentak, ditengah pandemi virus corona atau Covid 19.

“Saya tidak berani ketika bicara politik di depan masyarakat yang sedang terancam nyawanya. Sehingga, saya masih berupaya bagaimana pilkada ini tidak harus serentak. Saya masih mencari dasar apa yang mewajibkan pelaksanaannya harus serentak,” tuturnya.

Menurutnya, Penyelenggaraan Pilkada sendiri merupakan kewenangan masing masing wilayah. Apalagi, yang menjadi alasan tidak lain tidak bukan adalah faktor kemanusiaan.

“Saya mengusulkan Pilkada tetap serentak. Kecuali di zona merah. Karena prosesnya pasti masuk di wilayah tersebut. Bayangkan saja, pilpres kemarin memakan korban karena kecapekan. Itu bukan lagi pandemi,” ungkapnya.

“Dengan kondisi seperti ini para petugas akan dipaksa untuk turun di lapangan melakukan pendataan.Pastinya akan ada pembengkakan anggaran untuk membeli APD mereka. Serta, apakah bisa menjamin, para petugas di lapangan bisa terbebas dari penularan virus tersebut,” sambungnya.

Sehingga, ia tidak mau berkampanye memanfaatkan momentum wabah Covid 19 untuk kepentingan politik.

“Karena basic saya di Magister Kesehatan. Tahu betul jerih payah para tenaga medis di lapangan seperti apa. Setiap hari memakai terus APD,” ucapnya.

Gus Hans berpesan kepada masyarakat, agar selalu disiplin dan yakin. Serta fokus bersama dalam menanggulangi, dan memutus mata rantai penularan virus corona di Lingkungan Kota Surabaya.

“Kuncinya disiplin dan yakin. Tetap memakai masker, face shield dan menerapkan protokoler kesehatan. Karena ini juga mengedukasi masyarakat. Bahwa Covid 19 adalah masalah kita bersama,” pungkasnya. (nto/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar