Armuji bersama perkumpulan driver ojek online dalam acara diskusi dan aspirasi bersama (Foto/IST)

Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Rutin Berinteraksi Dengan Masyarakat Setiap Hari

SURABAYA (jurnalMojo.com) — Meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang seharusnya berlangsung pada September 2020 mengalami penundaan, akibat virus corona. Namun, pesta demokrasi tersebut akan digelar kembali pada Desember mendatang. Selain adanya pandemi, pesta demokrasi tersebut juga digelar kembali secara serentak.

Menanggapi hal tersebut, Bakal calon wakil wali kota Surabaya dari partai PDIP, Armuji, berpendapat, Pilkada kali ini merupakan hal yang baru.

“Karena pelaksanaannya berasal dari amanat undang undang. Yang tentunya sudah dilakukan setiap 5 tahun sekali. Pastinya, semua orang tidak menghendaki adanya bencana,” tuturnya, saat ditemui di kediamannya, Penjaringan Sari, Kota Surabaya, Senin Pagi (29/6/2020).

Dalam menggalang dukungan, Pria yang akrab disapa sebagai Cak Ji tersebut mempunyai basis masa tersendiri. Sambil menjalankan kegiatan kedewanannya di Dapil Surabaya, ia menyebutkan, aktivitas itu rutin dilakukan setiap tahun. Baik melalui pemberitaan, sosial media, dan lain sejenisnya.

“Bukan cuma menjelang pemilihan. Dari sana masyarakat sudah bisa membaca. Mereka selalu berinteraksi, dan meminta pandangan dari saya. Kalau menanggapinya dengan positif dan bisa mengadvokasi para warga. Saya kira itu adalah nilai plus, menjadi intrik poin dalam menggalang suatu basis masa,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya itu juga menggandeng sejumlah komunitas untuk berkomunikasi secara virtual, maupun ketemu di suatu tempat. Tujuannya adalah menjalin silaturahmi agar selalu dekat dengan mereka.

“Itu sudah menjadi agenda kegiatan setiap tahun saya,” ucapnya.

“Saya juga punya Tim sosmed. banyak sekali anak milenial disana. Mereka mengikuti perkembangan yang sedang terjadi saat ini. Mulai dari apa yang mereka mau sampai apa yang mereka hendaki,” imbuhnya.

Armuji berpesan kepada masyarakat, agar tidak takut ketika mengikuti rapid dan swab tes massal. Ini dilakukan oleh pemerintah untuk melacak dan mengetahui orang yang diduga terpapar virus corona. Dengan harapan agar permasalahan ini bisa tuntas dengan cepat.

“Lebih baik seperti itu. Dibuka atau dites semua. Pasti akan ketahuan supaya tidak menyisakan atau menutupi hal hal yang mencurigakan,” tuntasnya. (nto/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar