Gugus Joko Waskito (Ujeck/jurnalMojo.com)

Cak Gugus : Pilkada Soal Mudah, Persoalannya NU Harus Jadi Subyek Bukan Hanya Obyek

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – Safari yang dilakukan Gugus Joko Waskito belakangan ini menjadi sorotan banyak kalangan. Isu pilkada adalah keterkaitan utama tentang hal itu.

Tak bisa dipungkiri, dalam situasi menjelang pilkada seperti sekarang ini, semua hal pasti cenderung ditafsirkan secara politis. Namun demikian, tudingan tersebut tak menjadi soal buat Cak Gugus, sapaan akrabnya.

“Sah-sah saja ditafsirkan secara politis, apalagi ketika momen seperti sekarang ini. Tapi, saya sebagai kader NU, saya juga pernah nyantri, sudah menjadi rutinitas dan kewajiban untuk menjaga silaturrahim dan tawadlu’ kepada para ulama,” ucapnya.

Hampir dua pekan ini, Cak Gugus memang terlihat aktif sowan dan silaturrahim kepada tokoh NU baik struktural maupun kultural di Mojokerto.

Mulai dari pertemuannya dengan Ketua PCNU, KH. Abdul Adhim Alawy, kemudian Ketua Muslimat NU, Dra. Hj. Istatik Rodliyah, MA sampai dengan para Ulama NU seperti, KH. Mansyur, Jolotundo, Trawas, KH. Muslikh, Pacet, KH. Ali Mas’adi, Mojosari dan beberapa Kyai dan tokoh NU yang lain.

Pria yang aktif sebagai Pengurus Pusat Jam’iyyah Qurro’ Wal Huffadz (JQH) NU dan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU (ISNU) tersebut mengatakan, sebagai Kader NU, sudah jelas salah satu dari 9 Perintah Kader Penggerak NU adalah, mengunjungi dan mendatangi (silaturrahim) para ulama, kyai dan tokoh masyarakat yang mempunyai semangat berjuang untuk NU dalam menjaga Ahlussunnah Wal Jama’ah dan NKRI.

Tidak hanya itu, Cak Gugus berpendapat bahwa saat situasi bangsa dan negara seperti saat ini yang teramat penting adalah bagaimana menumbuhkan sifat ta’ashshub (fanatik) kepada NU dan NKRI. Ta’ashshub (fanatik) dalam konotasi positif tentunya, yang artinya ukuran fanatisme yang sama terhadap agama dan fanatisme kepada negara dalam hal kesetiaan terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

“Kita harus jaga sifat ini sebagai bentuk komitmen kita terhadap NU dan Aswaja. Itu jauh lebih penting dari pada sekedar dukung mendukung kandidat dalam Pilkada,” pesan Cak Gugus.

Dikatakannya, sedikit pun dirinya tidak berambisi untuk ikut serta dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020.

“Tapi sebagai kader NU saya sedang berikhtiar bagaimana merajut semua komponen NU, mengajak warga NU di Mojokerto tentang bagaimana kader NU yang memang asli dan murni kader bisa diberikan amanah dan kesempatan memimpin Mojokerto setelah sekian lama NU hanya dijadikan obyek bukan sebagai subyek,” terangnya.

Lebih jauh, Cak Gugus menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan konsolidasi dan pertemuan dengan berbagai Partai Politik.

“Di PPP saya sudah jelaskan dan konsolidasikan karena saya sebagai Wasekjen DPP PPP, dengan sahabat sahabat PKB saya juga sudah bertemu dan komunikasi intens, semangatnya sama yaitu bagaimana komponen NU bisa bersatu untuk memperkokoh NU dan ikut serta dalam kontestasi Pilkada Mojokerto 2020. Kalau semangat ini tumbuh, berkembang dan akhirnya menjadi sebuah komitmen yang sama, tidak sulit untuk merebut kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020,” paparnya.

Untuk itu, Cak Gugus mengingatkan kepada seluruh komponen NU di Mojokerto, baik struktural maupun warga NU untuk menghindari sifat pragmatisme dalam politik, dan meneguhkan komitmen menjaga NU dan Ahlussunnah Wal Jamaah demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (yud/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar