Setiap harinya data pasien Covid 19 terus bertambah, data terakhir yang tercatat oleh Kawal Covid19 pasien dalam perawatan sebanyak 15.438 orang dengan jumlah sebaran kasus baru sebanyak 689 pada tanggal 13 mei 2020. Indonesia sejak bulan maret sudah menerapkan gerakan bekerja dari rumah dan belajar dari rumah tujuannya tentu saja untuk mengurangi menyebarnya virus covid 19.

Pandemi, Pendidikan dan “New Normal Life”

Puradian Wiryadigda S,Fil.,M.A*

Setiap harinya data pasien Covid 19 terus bertambah, data terakhir yang tercatat oleh Kawal Covid19 pasien dalam perawatan sebanyak 15.438 orang dengan jumlah sebaran kasus baru sebanyak 689 pada tanggal 13 mei 2020. Indonesia sejak bulan maret sudah menerapkan gerakan bekerja dari rumah dan belajar dari rumah tujuannya tentu saja untuk mengurangi menyebarnya virus covid 19.

Satu minggu hingga dua minggu aktivitas kerja maupun belajar dari rumah masih di nikmatin namun permasalahanpun muncul ketika kegiatan yang biasa dilakukan bersama sama, teman atau berkelompok harus dilakukan di rumah sendiri ataupun bersama orangtua secara terus menerus dalam jangka waktu tak tentu.

Secara tidak langsung sadar ataupun tidak Pandemi Covid 19 ini menghadirkan sebuah perubahan dalam kehidupan manusia. Belakangan ini marak istilah new normal life Mengutip perkataan Epidemiolog Griffth University Dicky Budiman “pandemi akan berlangsung lama, manusia harus mulai membiasakan dengan new normal life, pola hidup normal yang baru. New normal life akan berlangsung saat individu dapat hidup berdampingan dengan Covid 19 . hidup berdampingan dengan Covid19 bukan menjadikannya musuh dan juga bukan sebagai kawan tapi waspada.

Hampir semua sektor kegiatan di Iakukan di rumah, perkantoran di tutup, sekolah ditutup, pusat perbelanjaan di tutup, warung warung dibatasi waktu berjualannya, suatu hal yang mustahil kehidupan akan terus seperti keadaan sekarang ini. Apapun itu, kehidupan harus terus berjalan, setiap individu harus mulai beradaptasi dengan pola hidup normal yang baru. Bukan saatnya merutuk atau menghakimi siapapun, bahkan pemerintah.

Saatnya beradaptasi, Pola hidup normal yang baru ini meliputi kebiasaan individu dalam menjaga kesehatan misalnya, penggunaan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Selain aspek kesehatan. pola hidup baru juga terjadi pada aspek pendidikan. Pada aspek pendidikan terjadi perubahan dalam hal cara mengajar dan cara belajar. Sebelum adanya pandemi, proses pembelajaran dilakukan dengan interaksi dan komunikasi tatap muka guru dan murid dalam satu ruangan lalu terjadi proses diskusi dan ekspresi terlihat jelas.

Namun proses pembelajaran dengan pola lama ini berubah saat pemerintah melalui kementrian Pendidikan menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk melakukan proses belajar di rumah. jenjang paud hingga perguruan tinggi melakukan proses pembelajaran dari rumah dan menggunakan media internet sebagai media proses belajar mengajar. Setelah instruksi tersebut keluar, kegiatan proses belajar mulai dari pemberian materi pelajaran, pemberian tugas dan penilaian semua dilakukan menggunakan media internet. Salah satu sarana yang digunakan untuk media belajar adalah penggunaan whatsapp. Berdasarkan pengamatan penulis beberapa tugas sekolah yang diberikan akan berbentuk instruksi dan siswa harus membuat video sebagai bukti telah mengerjakan tugas tersebut.

Saat awal awal proses belajar dari rumah diterapkan, suara yang terdengar adalah semangat
karena orangtua dapat memantau kegiatan belajar anak, namun setelah seminggu, muncul keluhan orangtua, pemakaian internet yang membengkak, pembagian waktu antara kerja orangtua dengan pengawasan anak dan masih banyak keluhan Iainnya.

13 april 2020 Kemendikbud meluncurkan program belajar dari rumah yang disiarkan melalui TVRI, program acara belajar yang ditayangkan mulai dari materi untuk sekolah Tk hingga jenjang SMA. Namun masih saja ada keluhan atau cerita orangtua yang merasa kegiatan anak semakin sibuk karena proses belajar daring, hal ini disebabkan oleh banyaknya tugas yang diberikan oleh guru. Satu guru dengan guru Iainnya memberikan tugas hingga akhirnya tugas menumpuk‘ Selain orangtua, pengajar pun juga mengalami kesulitan dalam proses belajar daring ini, tidak semua siswa dapat menjangkau internet hingga akhirnya gurupun harus menyesuaikan proses belajar mengajar, salah satunya dengan mendatangi rumah murid muridnya

Belajar dari rumah memberikan sebuah tantangan tersendiri bagi pengajar maupun murid karena semua kegiatan ini dilakukan secara mendadak tanpa adanya persiapan. Proses belajar mengajar berubah dengan cepat tanpa adanya pelatihan menggunakan aplikasi daring untuk belajar. Masalah ini tidak hanya terjadi didalam sekolah yang berada di desa, juga dapat terjadi disekolah kota yang tidak memiliki fasilitas yang memadai.

Pandemi covid 19 ini menuntut perubahan pandangan berpikir individu mengenai proses belajar mengajar. Belajar tidak hanya dapat dilakukan disekolah dengan kurikulum yang sudah di atur oleh pemerintah, namun belajar pun dapat dilakukan dalam setiap peristiwa dalam kehidupan. Mengutip pernyataan dari Mbak Tyas seorang fasilitator sekolah SALAM, proses belajar dapat dilakukan oleh siswa melalui kegiatan yang dilakukannya, misalnya saja ketika siswa membantu ibunya memasak, dari kegiatan ini proses belajar membaca, menghitung dapat terjadi. Belajar dari hal hal sederhana dapat dilakukan sesuai dengan tingkatan pemahaman yang dikuasai oleh siswa.

Guru tidak selalu berada di ruang kelas, ruangruang kehidupan dalam pengalaman keseharian juga dapat menjadi guru.

*Penulis adalah Pengamat Psikologi Keluarga dan Praktisi HRD

Email : puradian86@gmail.com

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar