X
    Categories: Kriminal

Nyambi Jadi Calo SIM, Buruh Pabrik Diringkus Polisi

Tersangka Ruby Priyanto Singgih saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya (foto/istimewa)

SURABAYA (jurnalMojo.com) – Seorang pelaku pemalsuan blanko tawnda terima permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) diamankan polisi. Pelaku bernama Ruby Priyanto Singgih alias Yanto, warga Banyu Urip Lor gang 5 No 32A, Surabaya.

“Kami amankan pelaku ini kemarin, setelah kami dapat laporan dari korban,” sebut Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, Selasa (30/12).

Bima menjelaskan, dalam aksinya pelaku menjanjikan bisa mengurus SIM untuk korban, setelah membayar Rp 500 ribu. Selanjutnya, pelaku memberikan selembar blanko surat bukti SIM sementara palsu.

Bujang berusia 33 tahun tersebut mendapat format surat dari google, lantas di print di sebuah warnet. Dari modal itulah, pelaku dapat memperdayai korban.

Awal mula terbongkarnya penipuan ini ketika korban mengambil SIM di Satpas Colombo. Namun korban baru menyadari jika blanko surat SIM sementara yang diberikan oleh pelaku adalah palsu.

“Saat itu petugas Satpas Colombo tidak menemukan nomor regristasi yang tertera dalam surat tersebut. Dari situlah korban melaporkan ke kami dan ditindak lanjuti,” jelasnya.

Saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya, tersangka mengaku dapat ide tersebut muncul dari ajakan salah satu calo di Satpas Colombo. Dari situ, pelaku dijanjikan uang sebesar Rp 50 ribu untuk setiap pemohon SIM baru.

“Saya kenalnya di facebook. Terus saya coba. Buat tambah-tambahan sehari-hari aja,” kata lelaki yang bekerja di pabrik plastik di kawasan Surabaya barat itu.

Tersangka Ruby lantas intens mencari pemohon SIM melalui teman-temannya. Setelah mendapat pemohon, ia meminta jasa pengurusan Rp 550 hingga Rp 600 ribu. Namun, karena calo yang dikenal melalui medsos tidak bisa dihubungi, ia pun memiliki inisiatif untuk membuatkan blanko SIM palsu.

“Ada yang sudah minta uangnya kembali. Tinggal beberapa yang belum saya kembalikan, makanya saya dilaporkan ini,” akunya. Ruby juga mengaku perbuatannya tersebut dilakukan dalam beberapa bulan lalu.

“Untuk meyakinkan, ya saya meminta beberapa foto diri dan kartu tanda penduduk untuk data. Setelah itu saya mencari desain di google dan saya print di warnet,” imbuhya.

Dari kasus ini, polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya 1 unit Honda Vario milik pelaku, 7 lembar tanda bukti SIM sementara palsu, 5 buah flasdisk, 5 lembar kartu BPJS palsu, 1 lembar KK Setyabudi, 4 lembar STNK palsu, serta dua handphone.

“Menurut pengakuan tersangka baru sekali ini melakukan penipuan tersebut. Namun, masih akan terus kami dalami keterangannya. Karena tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang pernah ditipunya,” pungkas Iptu Bima. (ahm/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar

Deaz Terengganu: